Christine terpilih sebagai ikon FFI 2014 bersama dengan aktor muda Reza Rahardian. Dua insan perfilman beda generasi ini menunjukkan kebersamaan generasi muda dan senior dalam memajukan film Indonesia.
Sebagai aktris yang lebih memiliki pengalaman, Christine mempunyai penilaian terhadap industri film Indonesia saat ini. Menurut wanita kelahiran 25 Desember 1956 ini, festival film Indonesia belakangan ini kurang glamor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, wanita yang sudah memegang lima piala citra untuk pemeran utama wanita terbaik FFI itu juga paham dengan kendala yang dihadapi. Akan tetapi, menurutnya, ajang penghargaan film memang harus semeriah mungkin.
"Kita syukuri semua, jangan dilihat keberadaannya. Tapi, yaitu film itu harus glamor," tegasnya.
Meski begitu, Christine melihat perhelatan tahunan ini tidak terlihat kurang. Dirinya bersyukur, FFI tahun ini menjadi yang paling komplit karena bisa dibilang semua perusahaan film, baik lama maupun baru, produser senior dan junior, big budget atau indie semua ikut serta di FFI 2014.
"Kita punya pasar yang luar biasa. Mudah-mudahan pemerintahan kali ini konsekuen untuk menangani film Indonesia. Kita punya potensi luar biasa, dari fotografi, editor dan lain-lain. Pemain kita mereka bakatnya luar biasa. Saya kerja sama dengan Hollywood, bintang di sini nggak kalah," puji Christine.
(pus/mmu)











































