detikHot

movie

'Bumi Manusia' dan 'Perburuan' Pramoedya Ananta Toer Segera Difilmkan

Kamis, 20 Nov 2014 15:22 WIB - detikHot
Jakarta -

Rumah produksi Falcon Pictures telah membeli hak adaptasi dua novel karya Pramoedya Ananta Toer berjudul 'Bumi Manusia' dan 'Perburuan' untuk difilmkan. Dua film ini akan dibuat dengan megah.

Novel 'Perburuan' bercerita tentang seorang pejuang dengan latar penjajahan Jepang sampai awal kemerdekaan Republik Indonesia. Hardo sang tokoh utama rela mempertaruhkan segalanya demi merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Hardo sebelumnya adalah anggota tentara PETA dengan pangkat shodanco, organisasi bentukan Jepang. Namun, ia dan rekan-rekannya memilih keluar dari perkumpulan itu hingga menjadi buruan Nippon.

"Karya ini luar biasa, sehingga penting untuk difilmkan," kata Produser Eksekutif Falcon Pictures HB Naveen kepada detikHOT.

Film 'Perburuan' akan dipercayakan kepada Richard Oh sebagai sutradara. Richard sebelumnya menyutradarai film berjudul 'Koper' yang dibintangi Anjasmara. Kali ini, beberapa bintang muda dibidik untuk turut berperan dalam 'Perburuan', namun nama pemain masih dirahasiakan.

"Kita siapkan bujet besar untuk film ini," katanya. Rencananya produksi 'Perburuan' akan dimulai tahun depan, dan dirilis pada 2016.

Sementara untuk proyek film 'Bumi Manusia' masih dirahasiakan. Tetapi Naveen sudah membeli hak adaptasi dari keluarga Pramoedya Ananta Toer.

'Bumi Manusia' bercerita tentang perjalanan seorang tokoh bernama Minke, salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa.

Minke adalah seorang pribumi yang pandai, dan pandai menulis. Tulisannya bisa membuat orang sampai terkagum-kagum dan dimuat di berbagai Koran Belanda pada saat itu.

Sebagai seorang pribumi, ia kurang disukai oleh siswa-siswi Eropa lainnya. Minke yang digambarkan sebagai seorang revolusioner, berani melawan ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya.

'Bumi Manusia' melingkupi masa kejadian antara tahun 1898 hingga tahun 1918, ketika muncul pemikiran politik etis dan masa awal periode Kebangkitan Nasional. Masa ini juga menjadi awal masuknya pemikiran rasional ke Hindia Belanda, masa awal pertumbuhan organisasi-organisasi modern yang juga merupakan awal kelahiran demokrasi pola Revolusi Perancis.

Sebelum dilarang beredar Jaksa Agung kala itu, buku ini sukses dengan 10 kali cetak ulang dalam setahun pada 1980-1981. Sampai tahun 2005, buku ini telah diterbitkan dalam 33 bahasa.


(ich/mmu)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com