Menutup tahun ini, Rizal akan merilis film 'Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh' yang diadaptasi novel Dewi Lestari. Rizal berharap penonton mendapatkan kepuasan berbeda dari karya-karya sebelumnya.
"Setiap kali memfilmkan novel tantangan mediumnya berbeda. Kalau membaca novel, pembacanya punya imajinasi sendiri-sendiri, tidak mungkin film bisa menggambarkan setiap imajinasi pembacanya karena film terbatas dari segi gambar dan durasi. Jadi bagaimana kita bisa mengambil gambaran besar dari novel untuk difilmkan," jelas Rizal saat jumpa pers di kantor Soraya, Jl. KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (6/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kami anggap pantas untuk memberikan yang terbaik kepada penonton," kata Sunil tanpa mau menyebut nominal.
'Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh' melakukan pengambilan gambar di berbagai kota dalam dan luar negeri antara lain, Washington, Jakarta, Bali, Medan, Madura dan Labuan Bajo. Setelah '5 Cm' yang mendulang sukses, Rizal terinspirasi merangkum keindahan alam dalam film.
"Menangkap keindahan alam dari berbagai sudut pandang. Jadi yang bukan pembaca novelnya juga bisa menikmati keindahan gambarnya. Itu nilai plusnya," ujar Rizal.
'Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh' akan tayang di bioskop 11 Desember mendatang.
(ich/mmu)










































