Edo Natasha: Lahir di Semarang, Bergabung ke Militer AS, Hingga Banting Setir Jadi Sutradara

Edo Natasha: Lahir di Semarang, Bergabung ke Militer AS, Hingga Banting Setir Jadi Sutradara

- detikHot
Senin, 03 Nov 2014 15:54 WIB
Edo Natasha: Lahir di Semarang, Bergabung ke Militer AS, Hingga Banting Setir Jadi Sutradara
Jakarta - Banyak filmmaker kelahiran indonesia yang berjuang meniti karier di industri film dunia. Salah satunya Edo Natasha. Demi mewujudkan mimpinya untuk menjadi sutradara, ia harus melewati perjalanan hidup yang berliku.

Edo Natasha merupakan pemuda asal Indonesia yang kini berkiprah sebagai sutradara film di Hawaii. Dia pernah bergabung dengan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Army), dan bertugas di Afganistan bersama pasukan 3-25 AVN demi memudahkan jalannya menjadi seorang pembuat film dan berkarier di AS.

Edo telah menyutradarai beberapa video musik yang melibatkan artis Hawaii, film pendek, dokumenter, dan beberapa drama panggung yang dipertunjukkan di Hawaii. Saat ini, sutradara kelahiran Semarang itu sedang menyiapkan proyek film layar lebarnya 'Popolo' bersama dengan aktor pemenang penghargaan Po’okela, Quantae Love yang menjadi pemeran utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mewujudkan film tersebut Edo saat ini melakukan penggalangan dana senilai USD 100,000 atau sekitar Rp 1,2 miliar di situs penggalangan dana www.kickstarter.com. Penggalangan dana tersebut telah dimulai sejak tanggal 8 September 2014 sampai dengan 8 Oktober lalu.

"Edo Natasha telah mengunggah trailer β€œPopolo” di media sosial dengan harapan dapat menarik donotur dan fans. Proses syuting film tersebut sudah mulai berjalan sejak 29 September 2014," demikian keterangan pers yang diterima detikHOT, Senin (11/3).

Film bergenre action β€œPopolo” bercerita tentang seorang veteran Pasukan Khusus, Apollo, yang tiba di Hawaii untuk memenuhi impian sahabatnya untuk membuka sekolah seni
bela diri. Namun, ketika Apollo berencana mengembangkan sebuah properti di kota tersebut untuk menjadi sekolah bela diri, dia berhadapan dengan halangan tidak terduga seperti rasisme, pengkhianatan, geng lokal, hubungan terlarang, dan geng Yakuza yang kejam.

'Popolo' mengambil lokasi syuting di beberapa tempat di pulau O’ahu (Hawaii) dan akan mempertunjukkan talenta dari penduduk lokal Hawaii. Tujuan Edo untuk film tersebut adalah mengembangkan industri perfilman Hawaii dan membawa talenta kota tersebut dikenal di seluruh dunia. Edo berharap filmnya bisa selesai pada akhir tahun depan.



(ich/ron)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads