Dua Program Unggulan Baru di 'SEAscreen Academy 2014'

Dua Program Unggulan Baru di 'SEAscreen Academy 2014'

- detikHot
Jumat, 10 Okt 2014 08:31 WIB
Dua Program Unggulan Baru di SEAscreen Academy 2014
Jakarta - Memasuki tahun ketiga, 'SEAscreen Academy 2014' terus mengembangkan materi pembelajarannya demi kemajuan perfilman di wilayah timur Indonesia. Tahun ini, ada dua program terbaru yang dihadirkan.

Program pertama adalah 'Story and Production Development Lab'. Apa itu?

"Ini sebuah kesempatan pagi produser, penulis, sutradara di Indonesia Timur yang punya ide untuk film panjang. Nantinya ide terbaik akan dikembangkan oleh tim untuk kemudian direalisasikan," jelas pendiri 'SEAscreen Academy' sekaligus sineas kawakan Tanah Air, Riri Riza, saat Pra-Event 'SEAscreen Academy 2014' di Kine Forum, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tentu saja sang pemenang mendapatkan hadiah. Selain dibantu oleh Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), ide cerita pemenang juga mendapatkan dana riset dan pengembangan sebesar Rp 10 juta.

Program unggulan kedua adalah 'Lokakarya Sinematografi Film Seluloid dan Digital'. "Di sini tujuannya mengenalkan lagi bagaimana film-film dulu itu dibuat menggunakan seluloid. Karena menurut saya, lembaga pendidikan film hari ini sudah tidak lagi mengajarkan hal itu," ungkap Riri.

"Penting bagi saya mengenal seluloid. Tata cara kerjanya, bagaimana seluloid itu memaksa untuk menggunakan semua indera di tubuh kita. Keseruan 'kamar gelap' dan banyak lagi yang lain," lanjutnya.

Menariknya, 'SEAscreen Academy 2014' tidak hanya berisi materi belajar yang terkesan melelahkan. Program nonton bareng banyak film terbaik se-Asia Tenggara juga hadir setiap malam selama acara berlangsung, salah satu yang paling ditunggu adalah film berjudul 'ILO ILO' karya Anthony Chen (Singapura).

Terlepas dari itu, program-program reguler 'SEAscreen Academy' masih terus hadir. Yaitu, 'SEAscreen Forum' dan kelas-kelas workshop.

Bertempat di Makassar selama lima hari, mulai dari 21-26 Oktober mendatang, 12 peserta terpilih akan mewakili daerah-daerah di Indonesia Timur untuk mengenyam pendidikan singkat perfilman.

"Target saya minimal 10 tahun ke depan setelah 'SEAscreen Academy' yang pertama, 2012, ada semacam aspirasi film mereka diputar lebih jauh. Bukan cuma pusat (Jakarta) kalau bisa sampai ke festival film international," harap Riri Riza.

(hap/ron)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads