Riri Riza Kembangkan Perfilman Indonesia Timur Lewat 'SEAscreen Academy 2014'

Riri Riza Kembangkan Perfilman Indonesia Timur Lewat 'SEAscreen Academy 2014'

- detikHot
Jumat, 10 Okt 2014 06:50 WIB
Riri Riza Kembangkan Perfilman Indonesia Timur Lewat SEAscreen Academy 2014
Jakarta - Bicara industri perfilman nasional, tentu tidak pernah lepas membayangkan geliat kota Jakarta. Sebagai pusat dari segala bidang termasuk hiburan, Jakarta selalu saja menjadi buah bibir para sineas dan pasar.

Akan tetapi, tidak bisa selamanya dibiarkan seperti itu. Sumber Daya Manusia dari Indonesia bagian lain pun harus dipertimbangkan. Juga beraneka ragam budaya yang sangat bisa menjadi bahan dasar sebuah film.

Atas dasar itu dan lainnya, penggiat perfilman nasional Riri Riza bergerak membangun sebuah pendidikan bagi sineas muda di tempat asalnya, Makassar, Sulawesi Selatan. Program tersebut diberi nama 'SEAscreen Academy' yang bertujuan membangun perfilman nasional dari Timur Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Film memiliki potensi besar sebagai ekspresi identitas budaya dan ekonomi kreatif. Itu sudah dibuktikan hampir sepanjang sejarah negeri ini," buka Riri Riza saat Pra-Event 'SEAscreen Academy 2014' di Kine Forum, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014).

"Saya bikin SEAscreen ini tidak serta merta punya misi hanya untuk belajar. Teman-teman di Makassar ini masyarakat film yang mapan, tapi koneksinya terputus. Perfilman nasional itu tidak melulu harus dari pusat, ada banyak elemen di ranah lokal," sambung sutradara 'Sokola Rimba' itu.

Sejumlah program akan hadir selama lima hari penuh. 12 peserta asal Indonesia Timur yang lolos seleksi ketat akan ditempa tentang perfilman, dari konsep sampai teknis mulai tanggal 21-26 Oktober mendatang.

Di gelaran ke-3 ini, 'SEAscreen Academy 2014' mengulang kesuksesan tahun sebelumnya, sejumlah praktisi film di Asia Tenggara akan didatangkan untuk memberi pelatihan khusus. Di antaranya Teng Mangansakan (Filipina), Gunnar Nimpuno dan Edwin (Indonesia), Yuni Hadi dan Sanif Hadi (Singapura).

'SEAscreen Academy Forum' pun akan kembali hadir. Dibuka untuk umum, diskusi segala aspek tentang dunia film ini menyediakan 300 kursi.

"Kita memberikan pengembangan untuk komunitas film di Makassar. Kami berharap bahwa orang-orang di Makassar bisa belajar film, bukan lagi masyarakat lokal yang keluar. Tapi orang lokal bisa berkreasi di tanahnya sendiri dan orang luar belajar sama orang lokal," lanjut sineas 44 tahun itu.

Selain itu hadir pula dua program unggulan terbaru. Yakni, 'Story and Production Development Lab', yang membuka siapa saja memberikan ide cerita film panjang dan 'Lokakarya Sinematografi Seluloid'.

"Kami merasa selama ini sinema Indonesia banyak mengangkat kota Jakarta dan kebudayaan Jawa. Itu kenapa kami merasa perlu mengeskplor lagi Indonesia bagian lain, khususnya Indonesia Timur," tuturnya.

"Kami pun berharap Makassar, bisa jadi gerbang menuju perkembangan industri film di Indonesia Timur yang lebih luas lagi," pungkas Riri Riza.

(hap/ron)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads