'3 Nafas Likas' Hadirkan CGI Bikinan Dalam Negeri

'3 Nafas Likas' Hadirkan CGI Bikinan Dalam Negeri

- detikHot
Selasa, 16 Sep 2014 16:47 WIB
3 Nafas Likas Hadirkan CGI Bikinan Dalam Negeri
Jakarta - Mengusung latar belakang Sumatera Utara era 30-an di film '3 Nafas Likas', sutradara Rako Prijanto berusaha untuk membuat setting yang sama. Situasi otentik yang ada saat itu ingin diangkat secara lebih nyata ke dalam layar lebar. Ada unsur animasi di dalamnya.

Rumah produksi Oreima Picturs menggunakan cukup banyak elemen animasi demi menghadirkan keadaan masa itu. Teknologi 'Computer Generated Imagery (CGI)' digunakan hampir 50 persen di '3 Nafas Likas'.

"CGI ada karena syutingnya di tahun masa lalu. Paling banyak untuk menggambarkan lagi situasi dan kondisi saat itu, menghilangkan tiang listrik, trotoar, parabola dan semacamnya," jelas Rako saat jumpa pers di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada scene-scene perang zaman dulu juga. Jadi, memang harus pakai itu. Hebatnya, CGI itu dikerjakan oleh orang Indonesia," lanjutnya.

Meskipun begitu, berbagai kendala kerap dirasakan oleh sutradara yang juga mengarahkan film 'Sang Kiai' tersebut. "Yang sulit itu masalah lokasi otentik yang harus dibangun. Wardorbe itu harus diteliti, properti seperti Pesawat Hercules dll. Secara keseluruhan ini film yang rumit," tuturnya.

Akan tetapi, meskipun menggunakan banyak teknologi modern, '3 Nafas Likas' tetap berusah tidak kehilangan nyawanya sebagai sebuah film sebagai bagian dari pengulangan sejarah. Sang produser meyakinkan film yang diperankan oleh Vino G. Bastian dan Atiqah Hasiholan itu memiliki cerita yang akurat.

"Akurasi sejarahnya bisa dikatakan baik. Karena prosesnya panjang, sampai 37 hari," tutup Produser Reza Hidayat.

(hap/ich)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads