Rumah produksi Oreima Picturs menggunakan cukup banyak elemen animasi demi menghadirkan keadaan masa itu. Teknologi 'Computer Generated Imagery (CGI)' digunakan hampir 50 persen di '3 Nafas Likas'.
"CGI ada karena syutingnya di tahun masa lalu. Paling banyak untuk menggambarkan lagi situasi dan kondisi saat itu, menghilangkan tiang listrik, trotoar, parabola dan semacamnya," jelas Rako saat jumpa pers di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun begitu, berbagai kendala kerap dirasakan oleh sutradara yang juga mengarahkan film 'Sang Kiai' tersebut. "Yang sulit itu masalah lokasi otentik yang harus dibangun. Wardorbe itu harus diteliti, properti seperti Pesawat Hercules dll. Secara keseluruhan ini film yang rumit," tuturnya.
Akan tetapi, meskipun menggunakan banyak teknologi modern, '3 Nafas Likas' tetap berusah tidak kehilangan nyawanya sebagai sebuah film sebagai bagian dari pengulangan sejarah. Sang produser meyakinkan film yang diperankan oleh Vino G. Bastian dan Atiqah Hasiholan itu memiliki cerita yang akurat.
"Akurasi sejarahnya bisa dikatakan baik. Karena prosesnya panjang, sampai 37 hari," tutup Produser Reza Hidayat.
(hap/ich)











































