Mengenal Lebih Jauh Karakter Nyentrik di 'Guardians of The Galaxy'

Mengenal Lebih Jauh Karakter Nyentrik di 'Guardians of The Galaxy'

- detikHot
Rabu, 20 Agu 2014 10:21 WIB
Mengenal Lebih Jauh Karakter Nyentrik di Guardians of The Galaxy
Jakarta - Penggemar komik Marvel mungkin lebih mengenal 8 superhero terkuat di bumi yang menyelamatkan dunia sebagai 'The Avengers'. Tapi, kini giliran kumpulan anti-hero nyentrik penyelamat galaksi yang tampil di layar lebar! Yuk, kenal lebih jauh dengan mereka!

Chris Pratt sebagai Peter Quill/Star-Lord

Setengah manusia, setengah alien, dia adalah pemimpin dari para Guardian . Saat kecil pada 1988, Quill diculik dari Missouri dan dibesarkan oleh sekelompok pencuri dan penyelundup yang disebut Ravagers. Chris menyebut karakternya gabungan dari Han Solo dan Marty McFly, namun dengan keahlian mencuri serta sifat jail.

"Dia memiliki masa kecil yang berat, dan sekarang ia berada di luar angkasa, kencan dengan cewek alien seksi dan sedikit brengsek. Dan bertemu sekumpulan orang-orang ini membuat dia memiliki tujuan hidup untuk dirinya sendiri."

Zoe Saldana sebagai Gamora

Anak yatim dari dunia alien yang dilatih oleh Thanos sebagai mesin pembunuh. Gamora masih menyimpan keinginan balas dendam pada masa lalunya. Untuk peran ini Zoe Saldana harus mengenakan banyak makeup dibanding polesan melalui komputer.

"Aku bersemangat ketika diminta bergabung oleh James Gunn dan memainkan karakter bertubuh hijau. Sebelumnya aku sudah pernah bertubuh biru (di Avatar)," ujarnya bersemangat.

Gamora memiliki kekuatan dan kecepatan, serta penambahan cybernetic. Ia juga melakukan implant di mata dan sistem pernapasan.

Dave Bautista sebagai Drax the Destroyer

Seorang prajurit yang mencari balas dendam terhadap Ronan (The Accuser) setelah keluarganya terbunuh. Soal karakternya, Bautista mengatakan hanya memiliki hal-hal sederhana yang sama dengan karakter tersebut, seperti tato, dan tragedi dalam hidup.

"Aku juga memiliki tragedi dalam hidupku, jadi gampang mengambil pelajaran dari situ," katanya.

Bautista makeup sekitar empat jam untuk menjadi Drax. Karakter itu memiliki berbagai pola jaringan parut di tubuhnya, yang menggantikan tato sederhana dari komik. Warna kulitnya berubah dari hijau terang dalam komik menjadi abu-abu lumpur agar menghindari kesamaan visual untuk Hulk.

Vin Diesel sebagai Groot

Sebuah pohon yang berbentuk seperti tubuh manusia, yang merupakan kaki tangan dari Rocket Racoon. Vin Diesel melakukan pengisian suara dan motion capture untuk peran ini. Aktor berkepala plonts ini juga menyuarakan groot di beberapa bahasa lain untuk perilisan film ini.

Menurut sutradara James Gunn, semua Guardian memiliki sifat brengsek, kecuali Groot. Dia polos dan manis, hanya saja terjebak di kehidupan Rocket. Gunn mengatakan bahwa karakter Groot dipersiapkan selama satu tahun untuk mendapatkan tampilan terbaik.

Bradley Cooper sebagai Rocket Racoon

Dia adalah rakun rekayasa genetika yang merupakan pemburu hadiah, tentara bayaran, master senjata dan menguasai taktik pertempuran. Gunn bereksperimen dengan rakun hidup untuk memberikan sentuhan yang tepat pada karakter, bukan hanya karakter yang berbentuk rakun.

"Dia bukan Bugs Bunny di tengah Avengers. Tak ada dalam dunia ini yang seperti dia," kata sang sutradara.

James Gunn mengatakan bahwa untuk peran Rocket, beberapa gerakan fisik dari Bradley Cooper, termasuk ekspresi wajah dan gerakan tangan, dicatat sebagai potensi acuan bagi animator, meskipun banyak akting Sean Gunn digunakan sepanjang film.

Sebelum Cooper terpilih, Gunn tertantang untuk menemukan suara Rocket, dan mencari seseorang yang bisa menyeimbangkan "pola bicara cepat yand dimiliki Rocket, tapi juga bisa lucu. "Karena dia benar-benar lucu. Tetapi juga memiliki hati, sebenarnya ada beberapa adegan yang cukup dramatis dengan Rocket."
Halaman 2 dari 6
(ich/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads