Mencoba memberikan keistimewaan dari film tentang band pelantun 'Hey Jude' yang lainnya, Ron akan memfokuskan jalan ceritanya kepada konser tur The Beatles. Dikemas dalam edisi dokumenter, Ron yang memproduseri 'The Da Vinci Code' itu mengambil latar belakang tahun 1960-1966.
"Saya sangat gembira bisa mengerjakan cerita yang luar biasa dari empat pemuda yang menyerbu dunia pada tahun 1960an ini. Sehingga berdampak pada budaya populer dan perkembangan manusia," ucap Ron Howards seperti dikutip detikHOT, Jumat (18/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ron meyakini bahwa fase waktu enam itu adalah fase emas The Beatles selama hidup 10 tahun. Dampak yang begitu besar pada dunia musik pun dihasilkan dari enam tahun tersebut.
"Saatnya kita memahami dampak bahwa mereka pernah ada di dunia. Periode enam tahun itu adalah transformasi yang drastis bagi budaya global dan keempat personel The Beatles. Dualitas inilah yang menarik untuk dijelajahi," jelasnya lagi.
Demi mendapatkan kesempurnaan cerita, sutradara film lawas 'Apollo 13' itu juga mengajak seseorang yang sudah pernah mengerjakan film mengenai Paul McCartney Cs sebelumnya. Dia adalah Nigel Sinclair, produser dari film dokumenter personel The Beatles lainnya, George Harrison, yang berjudul, 'George Harrison: Living in the Material World'.
Selain itu, adua personel band asal Liverpool, Inggris itu yang masih hidup, Paul McCartney dan Ringo Starr, serta istri mendiang John Lennon, Yoko Ono dan George Harrison, Olivia Harrison akan dilibatkan dalam bentuk rekaman wawancara baru. Rencananya, film dokumenter yang belum berjudul itu akan dirilis tahun depan.
Dengan begini, maka film dokumenter konser tur The Beatles arahan Ron Howard itu akan menjadi film ke-15 megenai The Beatles yang pernah dibuat sampai hari ini. Film The Beatles terakhir berkisah tentang John Lennon dalam judul 'Masterpiece Contemporary: Lennon Naked' yang dirilis tahun 2010.
(hap/kmb)











































