Film bercerita tentang sepasang saudara kembar, Bello dan Bella dari desa Tololela, Bajawa, Pulau Flores. Sebagai anak yang lebih melek informasi setelah merantau, Bello berusaha mendidik penduduk sekitarnya dan saudarinya tentang persalinan yang aman.
Dalam film diceritakan bahwa tingkat kematian saat persalinan di daerah tersebut sangat tinggi karena para ibu hamil tak mau pergi ke pusat kesehatan seperi Puskesmas dan rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Film arahan sutradara Chairun Nissa ini juga melibatkan warga asli Kabupaten Ngada untuk terlibat. "Ini pengalaman pertama saya memadukan dokumenter dan fiksi. Aktor sesungguhnya hanya Maryam Supraba, bagaimana warga membantu meluangkan waKtu tinggalkan ladang. Mereka merasa film ini sangat penting," kata sang sutradara.
'Inerie Mama Cantik' rencananya akan ditayangkan di 10 kabupaten di Nusa Tenggara Timur dan disiarkan di stasiun TV setempat.
(ich/mmu)











































