Syuting di tempat kedua itu dilakukan malam hari, Senin (12/5/2014) sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Meski agak molor dari jadwal seharusnya, sutradara, pemain film, dan para kru masih nampak bersemangat.
Di bagian ini diceritakan, Mada (Abimana Aryasatya) tengah berjalan di sebuah fly over bersama temannya, Glen (Wander D'paiva). Mereka berdua dalam keadaan mabuk.
Saat keduanya asyik bercanda, secara tak sengaja dompet Mada jatuh ke bawah jembatan. Tak disangka, di bawah itu merupakan sarang kawanan preman yang sedang asyik bermain judi.
Tanpa pikir panjang, Mada pun turun ke bawah untuk mengambil dompetnya di bawah jembatan. Ia pun ditantang berkelahi oleh kepala preman yang bernama Klahan (Dimas Argoebie).
"Adegan itu hanya pembukaan konflik saja di Thailand," ungkap Abimana kepada detikHOT usai syuting, Selasa (13/7/2014) pukul 4.00 dini hari waktu setempat.
"Unsurnya kebetulan. Mabuk, bercanda, lalu dompet jatuh, dan akhirnya harus menghadapi sekelompok preman. Kalau itu di dunia nyata sih, dompetnya pasti udah gue kasih. Paling gue minta KTP gue doang," seloroh Abimana.
Ditambahkan Abimana, dirinya bersyukur bisa menyelesaikan adegan perkelahian dengan Dimas. Padahal menurutnya, mereka tak punya banyak waktu untuk latihan sebelumnya.
"Sebenarnya, sulit banget dengan waktu yang mepet. Latihan sama Dimas hanya 4 kali. Ini juga kita kan baru pertama kali ngelihat set. Tapi yang jelas ini bukan film action ya. Jadi, jangan dibandingkan sama film The Raid," tandasnya seraya tertawa.
(bar/ich)











































