Dalami Peran, Vino Bastian Sering Nongkrong di Cililitan

Dalami Peran, Vino Bastian Sering Nongkrong di Cililitan

- detikHot
Rabu, 23 Apr 2014 09:55 WIB
Dalami Peran, Vino Bastian Sering Nongkrong di Cililitan
Vino Bastian (Noel/detikHOT)
Jakarta - Bagi seorang aktor, masuk ke dalam karakter yang diperankan terkadang membutuhkan usaha ekstra. Seperti Vino Bastian yang belakangan sering nongkrong di kawasan Cililitan.

Vino Bastian saat ini sedang persiapan produksi film '3 Nafas Likas' arahan sutradara Rako Prijanto. Nah, Vino mendapat kepercayaan untuk memerankan tokoh dari kalangan militer Djamin Gintings.

"Dia sosok penting di tahun 1960-an, berjuang bersama Jendral Ahmad Yani. Tapi karakter saya di sini tidak mengangkat sisi militer dia, hanya menunjukkan identitas. Film ini mengambil sudut pandang karakter saya di keluarga," kata Vino saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2014).

Latar belakang karakter yang diperankan aktor berusia 32 tahun itu berasal dari Tanah Karo. Oleh karena itu, Vino berusaha melakukan pendalaman karakter dengan belajar dialek Karo.

"Produser menyiapkan coach, gue sempet gerilya sendiri nongkrong di Cililitan, rumah makan yang banyak orang Karo. Perhatiin dan mengamati cara mereka ngobrol," lanjut Vino yang juga memotong rambut gondrongnya untuk peran ini.

Memerankan tokoh di masa lalu dengan literatur minim, Vino lantas melakukan pendekatan kepada keluarga. Tapi ia juga sedikit menemukan kesulitan karena orang-orang sekeliling yang mengetahui kehidupan Djamin Gintings sudah tiada.

"Saya lebih dapet beritanya berupa foto karena meninggalnya saat beliau sekitar 50-an tahun. Tanya keluarga dari cara dan sebagainya. Semua sumber dari keluarga, saya wawancara anaknya, ibu Riana," urainya.

'3 Nafas Likas' bercerita tentang seorang perempuan istimewa bernama Likas yang menjalani sebuah kehidupan luar biasa. Likas kemudian berhasil meraih berbagai pencapaian dan keberhasilan, karena ia memegang teguh tiga janji yang pernah diucapkannya kepada tiga orang terpenting dalam hidupnya. Janji-janji itu selalu berada dalam setiap tarikan nafasnya. Nafas yang memberikan ruh dalam setiap tindakan, serta keputusannya.

Kisah dalam film ini berlatar belakang beberapa periode waktu, mulai dari era 1930-an hingga tahun 2000. Juga melalui beberapa kejadian penting di Indonesia, mulai dari perang kemerdekaan, pergolakan revolusi, hingga masa kejayaan perekonomian Indonesia.

Vino baru akan melakukan syuting di sejumlah kawasan di Sumatera Utara pada 26 April mendatang, sebelum kemudian bertolak ke Ottawa, Kanada.

(ich/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads