'Son of God' diangkat dari miniseri 'Bible' (2013) yang sukses besar di banyak negara. Film ini menampilkan visual dramatikal yang kuat, warna yang eksotis, efek visual yang memukau dan musik karya Hans Zimmer yang semakin menambah daya tarik.
Aktor kelahiran Portugis Diogo Morgado yang memerankan tokoh Yesus menyebut 'Son of God' sebagai film yang menggambarkan kerendahan hati karakternya yang bisa dilihat melalu ajaran, hingga proses penyaliban dan kebangkitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 1988, lewat tangan sekaliber Martin Scorsese lahirlah film 'The Last Temptation of Christ'. Sayangnya film ini juga mencuatkan banyak hujatan dari pemuka agama kristen dan publik Amerika sendiri. Film berbiaya US$ 7 juta dolar yang diangkat dari novel karya Nikos Kazantzakis itu hanya menghasilkan pemasukan kotor sekitar US$ 8 juta dolar.
Lain Scorsese, lain halnya dengan Mel Gibson, proyek 'Passion of the Christ' (2004) yang dibesutnya menuai sukses besar. Film berkisah penyaliban Yesus yang berdasar pada kesaksian Lukas, Markus,Yohanes dan Matius itu meraup pemasukan sekitar US$ 600 juta dari bujet produskinya yang berbiaya sekitar US$ 30 juta dolar.
Kini sutradara Christopher Spencer yang juga membesut miniseri 'Bible' mencoba untuk mengangkat kembali kisah Yesus dengan angle yang agak berbeda. Meskipun biaya film ini lebih murah dan pemainnya tak terlalu familiar di layar sinema, ia optimis filmnya masih memiliki kekuatan komersil.
'Son of God' yang selama dua pekan diputar di bioskop AS telah meraup pendapatan US$ 42 juta.
(ich/ich)











































