5 Hal Menarik dari Film '99 Cahaya di Langit Eropa Part 2'

5 Hal Menarik dari Film '99 Cahaya di Langit Eropa Part 2'

- detikHot
Rabu, 05 Mar 2014 13:59 WIB
5 Hal Menarik dari Film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2
Jakarta - Film '99 Cahaya di Langit Eropa Part 2' akan tayang di bioskop pada 6 Maret mendatang. Sebelum melihat langsung filmnya, berikut beberapa hal menarik seputar produksi film tersebut:


5 Hal Menarik dari Film '99 Cahaya di Langit Eropa Part 2'

Film '99 Cahaya di Langit Eropa Part 2' akan tayang di bioskop pada 6 Maret mendatang. Sebelum melihat langsung filmnya, berikut beberapa hal menarik seputar produksi film tersebut:

Mengangkat Keindahan Cordoba dan Istanbul

Usai mengeksplorasi keindahan Wina dan Paris serta jejak peninggalan Islam di sana, Hanum dan Rangga (Abimana Aryasatya) melanjutkan perjalanan mereka dengan mengunjungi Mezquita, katedral yang dulunya mesjid di Cordoba Spanyol.

Penonton juga akan disuguhi keindahan alam, bangunan-bangunan khas Eropa, termasuk kebudayaannya lewat mata kamera Director of Photography Enggar Budiono. Di Turki, kita Hanum dan Rangga menjelajahi Hagia Sophia, bangunan yang sempat menjadi mesjid indah dan sudah diubah menjadi museum saat pemerintahan Kemal Ataturk.

Mengangkat Keindahan Cordoba dan Istanbul

Usai mengeksplorasi keindahan Wina dan Paris serta jejak peninggalan Islam di sana, Hanum dan Rangga (Abimana Aryasatya) melanjutkan perjalanan mereka dengan mengunjungi Mezquita, katedral yang dulunya mesjid di Cordoba Spanyol.

Penonton juga akan disuguhi keindahan alam, bangunan-bangunan khas Eropa, termasuk kebudayaannya lewat mata kamera Director of Photography Enggar Budiono. Di Turki, kita Hanum dan Rangga menjelajahi Hagia Sophia, bangunan yang sempat menjadi mesjid indah dan sudah diubah menjadi museum saat pemerintahan Kemal Ataturk.

Terjawabnya Teka-teki Fatma Menghilang

Dalam film pertama '99 Cahaya di Langit Eropa', karakter Fatma yang diperankan Raline Shah sempat menghilang tanpa sebab. Puluhan surat elektronik dari Hanum (Acha Septriasa) tak berbalas. Ke mana ia sebenarnya?

Fatma adalah sosok yang menginspirasi Hanum dalam bersikap bijak sebagai muslim ketika hidup sebagai kaum minoritas di Austria. Selain sikapnya yang lembut dan cerdas, Fatma juga memberikan banyak pengetahuan baru pada Hanum tentang jejak-jejak peninggalan Islam di Eropa.

Nah, di film pertama arahan sutradara Guntur Soeharjanto itu, karakter Fatma sempat menghilang. Padahal, Hanum memiliki banyak rencana untuk menelusuri peninggalan Islam di negara-negara lain seperti Cordoba, Spanyol dan Istanbul, Turki.

Menghilangnya Fatma bersama Ayse (Geccha Tavvara), menjadi pertanyaan yang tak terjawab bagi Hanum. Ia hanya mendapatkan sedikit petunjuk bahwa mereka kembali ke negaranya. Ayse sakit kanker.

Terjawabnya Teka-teki Fatma Menghilang

Dalam film pertama '99 Cahaya di Langit Eropa', karakter Fatma yang diperankan Raline Shah sempat menghilang tanpa sebab. Puluhan surat elektronik dari Hanum (Acha Septriasa) tak berbalas. Ke mana ia sebenarnya?

Fatma adalah sosok yang menginspirasi Hanum dalam bersikap bijak sebagai muslim ketika hidup sebagai kaum minoritas di Austria. Selain sikapnya yang lembut dan cerdas, Fatma juga memberikan banyak pengetahuan baru pada Hanum tentang jejak-jejak peninggalan Islam di Eropa.

Nah, di film pertama arahan sutradara Guntur Soeharjanto itu, karakter Fatma sempat menghilang. Padahal, Hanum memiliki banyak rencana untuk menelusuri peninggalan Islam di negara-negara lain seperti Cordoba, Spanyol dan Istanbul, Turki.

Menghilangnya Fatma bersama Ayse (Geccha Tavvara), menjadi pertanyaan yang tak terjawab bagi Hanum. Ia hanya mendapatkan sedikit petunjuk bahwa mereka kembali ke negaranya. Ayse sakit kanker.

Lebih Banyak Konflik

Pergolakan antara Khan (Alex Abad) dan Stefan (Nino Fernandes) mengambil porsi yang lebih banyak dari film pertama. Stefan masih menuhankan logikanya. Perdebatan antara kedua karakter tersebut kembali ditengahi oleh Rangga (Abimana Aryasatya) yang memiliki pemikiran terbuka, namun tetap memegang prinsip.

"Yang menarik dari film ini karena memiliki persoalan-persoalan universal yang menarik. Saya salut dengan produser dan sutradara karena sejak pertama mau open soal perbedaan agama. Film memperlihatkan tokoh yang berbeda hidup berdampingan dengan damai," kata Aliem Sudio sang penulis skenario.

Konflik juga muncul dengan kehadiran Maarja (Marissa Nasution).

Lebih Banyak Konflik

Pergolakan antara Khan (Alex Abad) dan Stefan (Nino Fernandes) mengambil porsi yang lebih banyak dari film pertama. Stefan masih menuhankan logikanya. Perdebatan antara kedua karakter tersebut kembali ditengahi oleh Rangga (Abimana Aryasatya) yang memiliki pemikiran terbuka, namun tetap memegang prinsip.

"Yang menarik dari film ini karena memiliki persoalan-persoalan universal yang menarik. Saya salut dengan produser dan sutradara karena sejak pertama mau open soal perbedaan agama. Film memperlihatkan tokoh yang berbeda hidup berdampingan dengan damai," kata Aliem Sudio sang penulis skenario.

Konflik juga muncul dengan kehadiran Maarja (Marissa Nasution).

Latar Belakang Khan

Film arahan sutradara Guntur Soeharjanto itu akan memperlihatkan latar belakang keluarga Khan di Pakistan, dan alasan yang mendasari pandangannya selama ini tentang aturan agama yang ia pegang teguh.

Latar Belakang Khan

Film arahan sutradara Guntur Soeharjanto itu akan memperlihatkan latar belakang keluarga Khan di Pakistan, dan alasan yang mendasari pandangannya selama ini tentang aturan agama yang ia pegang teguh.

Tetap Inspiratif

'99 Cahaya di Langit Eropa Part 2' juga mempertahankan cirinya lewat dialog-dialog inspiratif dari beberapa karakter utama. Bagaimana dari sebuah masalah, timbul pandangan-pandangan yang bermanfaat.

Pertanyaan-pertanyaan soal konsep beragama yang selalu diungkapkan Stefan juga mampu dijawab Rangga dengan bijak tanpa menghakimi. Hal itu yang kemudian lebih bisa diterima dan dicerna Stefan daripada pemikiran yang terlalu dipaksakan seperti yang dilakukan Khan.

Tetap Inspiratif

'99 Cahaya di Langit Eropa Part 2' juga mempertahankan cirinya lewat dialog-dialog inspiratif dari beberapa karakter utama. Bagaimana dari sebuah masalah, timbul pandangan-pandangan yang bermanfaat.

Pertanyaan-pertanyaan soal konsep beragama yang selalu diungkapkan Stefan juga mampu dijawab Rangga dengan bijak tanpa menghakimi. Hal itu yang kemudian lebih bisa diterima dan dicerna Stefan daripada pemikiran yang terlalu dipaksakan seperti yang dilakukan Khan.
Halaman 2 dari 12
(ich/ron)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads