Bagi pria penikmat motor gede itu, 'Comic 8' tak ubahnya film bergenre lain yang menjadi alternatif panggung layar lebar saat ini. Bahkan, Indro menyamakan film tersebut dengan film milik Warkop terdahulu yang berjudul 'Manusia 6.000.000 Dollar'.
"Saya sudah duga akan bagus, tetapi tidak menyangka kalau hasilnya melebihi estimasi saya. Karena tidak ada film comedy-action seperti ini setelah 'Manusia 6.000.000 Dollar' dulu. Saya punya estimasi akan meledak, tapi tidak setinggi ini. Dan sekarang ini kejadian," tutur Indro saat ditemui di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun mengenai penghargaan, Indro sendiri tidak terlalu memusingkan. Baginya, penghargaan itu hanyalah sesuatu yang dinilai secara fisik, bukan makna dari seni itu sesungguhnya.
"Saya enggak pernah pusing terhadap award, karena hanya beberapa orang saja yang menilai. Tapi jika setiap orang sampai sekarang masih nonton dan ingat mengenai apa yang kita buat, itu angeurah, pengharagan dari Tuhan karena kerja keras dan itulah seniman," jelas pria bernama asli Indrojoyo Kusumonegoro itu.
(hap/mmu)











































