Masakan dan makanan dalam budaya Indonesia sudah merupakan bagian dari keseharian. Masakan dan makanan Indonesia memiliki banyak nilai filosofis kehidupan, bukan hanya sebagai pengisi perut tetapi juga metafora perayaan hidup.
"Misalnya, dalam pembuatan rendang khas Minang, butuh waktu berjam-jam untuk prosesnya sebelum mendarat dengan nikmat di lidah. Sama seperti hidup yang butuh keuletan, kesabaran dan kerja keras sebelum meraih kesuksesan," ucap Lala saat jumpa pers di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Film ini akan menandai debut film panjang perdana bagi sutradara Adriyanto Bowo. Sebelumnya ia dikenal lewat film pendek omnibus 'Sanubari Jakarta' di segmen 'Menunggu lama' dan omnibus 'Hi5teria' dalam segmen 'Pasar Setan.'
'Tabula Rasa' yang dijadwalkan rilis pada akhir 2014 ini telah melalui proses persiapan panjang. Skenario yang ditulis Tumpal Tampubolon ini didukung oleh riset intensif hampir satu setengah tahun.
Detail masakan, makanan dan budaya dalam film 'Tabula Rasa' didukung oleh beberapa tenaga ahli di bidangnya. Seperti Culinery Advisor Chef Adzan, ahli kuliner Indonesia yang tergabung dalam Maharasa Indonesia dan Retno Andam Suri, penulis buku Rendang Traveller. Maestro tari dan budaya Minang Tom Ibnur juga turut membantu para pemain sebagai Dialect Coach dan Technical Advisor khusus budaya Minang.
'Tabula Rasa' akan menghadirkan Dewi Irawan, Yuyu Unru, Ramdan Setia dan aktor muda berbakat asal Wamena, Jimmy Kobogau. Film ini juga debut perdana Vino G. Bastian di balik layar sebagai Associate Producer.
(ich/ich)










































