"Saya harus mengatakan film ini sangat bagus. Kita rekomendasikan film ini ditonton," kata Gubernur yang akrab disapa Aher usai acara.
"Ini film yang bagus tentang peradaban Islam di masa lalu, tadi saya nggak lewatkan film ini kecuali ke kamar kecil," tambah Deddy seraya tertawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masa keemasan Islam di Cordoba sudah masuk, tetapi di Paris belum," katanya sedikit mengulik sejarah.
Aher juga coba menganalisa cerita awal film yang memaparkan sejarah penyerangan Dinasti Ottoman Turki di bawah kepemimpinan Kara Mustafa Pasha pada 1683, yang disesalkan keturunannya lewat karakter Fatma Pasha yang diperankan Raline Shah.
"Kara Mustafa itu penerus Muhammad Al Fatih yang menaklukan Konstantinopel. Saat itu memang kalau tidak menyerang ya diserang," ucap Aher lagi.
Sang Gubernur menyerukan agar kaum muslim yang menonton untuk meniru sikap Fatma. "Sekarang serangan fatma ini serangan yang hebat. Saat dicaci, malah traktir. Jadilah duta islam seperti Fatma," serunya.
Acara nonton bareng itu dihadiri dari berbagai lapisan masyarakat Bandung. Mulai dari komunitas membaca, komunitas media sosial hingga para bobotoh. Acara semakin meriah dengan kehadiran Hanum Rais (Penulis), Guntur Soeharjanto (Sutradara), Ody Mulya Hidayat (Produser), Geccha Tavvara (Pemeran Ayse), dan Fatin SHidqia Lubis.
"Semoga menginspirasi. Tak akan mumgkin ada kemajuan Eropa sekarang tanpa ada peradaban Islam terlebih dahulu," tandasnya.
(ich/ich)











































