'FFI 2013 Semarang'

Catatan Ilham Bintang

'FFI 2013 Semarang'

- detikHot
Sabtu, 07 Des 2013 13:47 WIB
FFI 2013 Semarang
Jakarta - Festival Film Indonesia 2013 yang dilangsungkan di Semarang tidak hanya menjadi ajang pengukuhan prestasi insan film tahun ini, tetapi juga menjadi ajang nostalgia sebagian besar insan film Indonesia. Puncak acara FFI Sabtu (7/12) malam, berlangsung di Marina Convention Center, Semarang.

Dengan tahun ini Semarang mencatat duakali ketempatan penyelenggaraan FFI. Yang pertama, tahun 1980, 33 tahun lalu. Yang menarik, sebagian besar insan film yang menghadiri FFI 1980, tampak ikut hadir pada FFI 2013 ini. Maka, mereka pun bersukacita bernostalgia. Nostalgia FFI 80 Semarang.

Slamet Rahardjo yang kini menjadi Ketua Dewan Juri FFI 2013, pada waktu FFI 1980 masih sebagai sutradara muda. Film " Matahari, Matahari" karya pertamanya sebagai sutradara langsung mendapat perhatian saat berkompetisi di FFI 1980.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain film, beberapa unsurnya pun dinominasikan oleh Dewan Juri. Hasil alhir filmnya mendapat dua Piala Citra untuk Pemeran Pembantu Wanita ( Christine Sukandar) dan Penata Artistik ( Yudhi Subroto). Slamet Rahardjo sendiri mendapat Piala Khusus KFT sebagai sutradara muda pendatang baru.

Slamet sebelumnya memang hanya dikenal sebagai aktor yang beberapa kali meraih Piala Citra. Yang terpilih sebagai Film Tebaik FFI 1980 adalah "Perempuan Dalam Pasungan" karya sutradara Ismail Soebardjo. Yenny Rahman memboyong Piala Citra sebagai Aktris Terbaik dalam film " Kabut Sutra Ungu" yang disutradarai Sjumandjaya.

Acara FFI tahun ini dihadiri sekitar 300 insan film, mulai dari karyawan kreatif, artis dan juga produser. Sejak 4 Desember lalu secara berangsur- angsur rombongan artis tiba di kota berpenduduk 1,7 juta jiwa itu.Puncaknya, Jumat kemarin, insan film tiba di Semarang dengan penerbangan pagi, siang, sampai malam.

Di antara artis tampak Widyawati, Rima Melati, Jajang C Noer, Camelia Malik, Rano Karno, Dwi Yan, Marini S, Roy Marten, Leroy Oesmani, Ikranegara, Dewi Irawan, Yatie Octavia, Pungky Suwito, Merriam Bellina, Ira Wibowo, Sys NS, Tio Pakusadewo, Torro Margen, Donny Damara berbaur dengan sejumlah artis-artis muda, junior mereka. Seperti Adipati Dolken, Dini Aminati, Julia Perez, Gading Marten, dsb. Di deretan produser tampak Gope Samtani, Ram Soraya, dan Chand Parwez Servia, Zairin Zain.


Para artis senior ini meluapjan kegembiraan saat bertemu satu sama lan. Begitu tinggi tingkat kesibukan mereka selama ini, sampai ada yang lima tahun tak saling kontak, dan baru di FFI inilah mereka bertemu. " Festival begini yang kita dambakan, bisa silaturahmi melepas kangen dan bernostalgia," kata Slamet Rahardjo. Ia pun mengenang kegiatan FFI dulu yang diselenggarakan secara bergiliran di berbagai daerah.

Ajang FFI pertama kali digelar pada tahun 1950. Di zaman Orde Lama itu, FFI sempat dua kali diselenggarakan sebelum kemudian beristirahat panjang. Di masa Orde Baru FFI kembali diselenggarakan secara teratur tiap tahun.

Dimulai tahun 1973-1986. Penyelenggaraannya bergantian di kota kunci pemasaran film Indonesia : Jakarta pada tahun 1973, lalu Surabaya (1974), Medan (1975), Bandung (1976) Makassar (1977), Jakarta (1978), Palembang (1979), Semarang (1980). Sebelum dikembalikan penyelenggarannya hanya di Jakarta pada 1986, ada beberapa daerah yg sempat dua kali ketempatan FFI , yaitu Surabaya ( 1981), Medan (1983), Bandung (1985).

Penyelenggaran FFI 1985 Bandung menjadi penutup FFI keliling daerah masa itu. Penghentian penyelenggaraan FFI di daerah didasarkan pada hasil penelitian LIPI. Hanya secara kebetulan terjadi geger pada penyelenggarannya di Bandung tahun 1985. Geger itu dipicu statement aktor Dicky Zulkarnaen yang menduga ada skandal korupsi yang dilakukan panitia daerah.

Banyak orang mengira gara- gara geger tersebut FFI dihentikan di daerah. Padahal, tuduhan tersebut tak tak pernah terbukti secara hukum. Pada priode penyelenggaraannya di daerah FFI selalu berlangsung semarak.

Setiap kali diadakan di daerah ratusan artis film selalu hadir. Mengadakan pawai keliling kota dan jumpa penggemar. Seperti halnya di Semarang Sabtu (7/12) pagi.

Ribuan penggemar menyemut disepanjang rute jalan yang dilalui pawai artis. Mereka yang terdiri artis senior dan muda menumpang kendaran hias menyapa fans mereka. " Ini bukti momentum seperti inilah yang diharapkan warga masyarakat dan insan film itu sendiri. Momentum interaksi antara insan film dan penontonnya," kata Firman Bintang, Ketua Pelaksana FFI 2013.

Pernyataan Firman mendapat dukungan hampir semua artis. " Kita mesti mendorong supaya beginilah festival seterusnya", ujar Roy Marten.

Kegiatan FFI 2013 di Semarang memang seperti mengembalikan memori sebagian insan film pada masa kejayaan film Nasional dan FFI tempo hari. Di Semarang hampir seluruh rangkaian acara FFI dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie L Pangestu.

Menteri dan Gubernur berbaur dengan insan film berinteraksi dengan warga. Gubernur Jawa Tengah bahkan ikut menyumbangkan lagi di beberapa acara FFI, seperti ketika menjamu makan malam seluruh delegasi FFI, Jumat malam. Begitu terkesannya, Menteri Marie pun menjajikan FFI yang akan datang tetap dilaksanakan di daerah. Tahun depan daerah mana yang akan mendapat giliran, baik kita tunggu.


(asy/doc)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads