Hal itu tampak jelas dari program utama JiFFest 2013 yang bernama 'Open Air Cinema'. Program tersebut digelar di Monas 29-30 November. Akan ada layar tancap sebesar 12x6 meter yang memutar empat film Hollywood.
"Kita ingin mengajak bukan hanya penggemar JiFFest, tapi juga warga Jakarta lebih banyak lagi," buka Shanty Harmayn selaku founder JiFFest saat jumpa pers di Kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (8/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain program utama tersebut, ada tiga program lainnya sebagai rangkaian JiFFest 2013 yang mengusung spirit 'New Chapter' itu. Pertama, 'Pop-Up Festival (15-17 November), yang terdiri dua sub acara yaitu 'Indonesia Film Makers Gathering' dan 'Special Screening: Asian Premier Film Snowpiercer (Korea)'.
Ada juga program 'Retrospektif Boong Jung Ho (16-17 November)' di Blitzmegaplex Grand Indonesia. Dalam sesi ini akan diputar karya-karya sutradara handal asal Korea itu, seperti 'The Host' dan 'Mother'.
Program terakhir adalah 'World Cinema' (23 November) di Epicentrum XXI. Di sini akan diputar lima film, tiga film Hollywood ditambah dua film Asia berkualitas.
Jelas, tahun ini JiFFest bertransformasi dengan wajah baru. Dari yang biasanya berkonsep puluhan film yang diputar secara berurutan, menjadi terbagi dalam empat program dan tiga wilayah yang berbeda di Jakarta.
"Kita coba beradaptasi. Kota Jakarta sudah berubah. Tahun ini, seluruh pemutaran film akan difokuskan di weekend," tambah Shanty lagi.
"Mostly film genre action comedy dan thriller yang diputar. Karena film-film itu yang bisa seru untuk ditonton rame-rame," pungkasnya.
JiFFest 2013 akan digelar 15-30 November 2013. Sekurang-kurangnya akan ada 20 film, panjang maupun pendek, dari Indonesia dan luar negeri.
(hap/mmu)











































