"Iya dulu aku mikir main film itu lama , makan waktu, dan susah. Tapi, setelah dicoba kok seru banget ya. Jadi, lumayan ketagihan ingin main film lagi," kata Dian saat ditemui detikHOT di rumahnya kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Istri Tito Prasetyo itu bercerita bahwa tadinya dia hanya ingin membantu proses di balik layar film yang diangkat dari novel karya Hanum Salsabiela Rais tersebut. Entah menjadi stylish atau apapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu tahu buku ini mau difilm-kan, aku kirim pesan ke Mbak Hanum pokoknya aku mesti ikut bantuin, mungkin stylish hijabnya atau bajunya atau apa-lah yang bisa aku bantu. Sama sekali enggak kepikiran buat ikut main, bayaran, dan segala macam. Eh, ternyata malah disuruh casting dan ikut main," ujarnya.
Peran sebagai Latife, seorang wanita penjual daging asal Turki, diakui Dian cukup menantang. Dia harus meninggalkan jati diri sebagai desainer yang modis dan berganti peran menjadi wanita sederhana.
"Itulah serunya. Aku harus menghilangkan image 'Dian Pelangi' dengan dandanan yang selayaknya penjual daging di pasar," katanya.
Wanita kelahiran Palembang, 14 Januari 1991 ini tak akan menolak jika suatu saat ditawari lagi main film bernafaskan Islam. Begitu pula untuk mencoba terjun ke dunia tarik suara.
"Aku suka mencoba sesuatu hal yang baru. Kalau nyanyi suka, tapi masih belum pede-lah. Kalau main film, mau banget. Syaratnya, tetap berhijab dong," ujar Dian.
(fip/ich)










































