Kumpulan Film Dokumenter Eagle Awards Tayang di Bioskop

Kumpulan Film Dokumenter Eagle Awards Tayang di Bioskop

Adhie Ichsan - detikHot
Rabu, 16 Okt 2013 13:42 WIB
Kumpulan Film Dokumenter Eagle Awards Tayang di Bioskop
Jakarta - Beberapa isu menarik yang terjadi di Indonesia terekam kamera dalam antologi film dokumenter Eagle Awards. Kini film-film tersebut akan ditayangkan di bioskop jaringan Cinema 21. Berikut ini film-filmnya:

1. Hikayat dari Ujung Pesisir
Sutradara: Cut Ervida Diana & Darang Melati Z
Β 
Pengeboman ikan sudah menjadi tradisi turun temurun di kawasan Aceh Besar, sebagian nelayan menggantungkan hidupnya dari kegiatan tersebut. Akibat dari pengeboman ikan, berbagai masalah pun timbul, mulai dari kerusakan ekosistem laut, berkurangnya hasil laut dan munculnya korban akibat dari penggunaan bom saat melakukan penangkapan ikan.
Β 
2. Barisan Gendeng di Pusaran Industri
Sutradara: Rizki Rengganu Suri & Wiliams Wijaya Saragih
Β 
Pegunungan Kendeng menarik minat perusahaan semen untuk dieksploitasi. Masyarakat Samin yang tinggal di sekitar pegunungan tersebut melihat hal itu sebagai ancaman dan melakukan aksi penolakan. Namun, penambangan liar dan juga aksi dukungan pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang serta Perda tata ruang dan wilayah menjadi ancaman bagi petani dan masyarakat sedulur sikep Samin
Β 
3. Para Harimau yang Menolak Punah
Sutradara: Imanda Dea Sabiella & Edho Cahya Kusuma
Β 
Kuasa pertambangan emas yang dicetuskan kepada beberapa perusahaan tambang sejak tahun 1994 di Kabupaten Jember turut andil dalam pengalihan fungsi areal Taman Nasional Meru Betiri. Pasalnya, luas areal eksplorasi tambang meliputi kawasan Meru Betiri. Empat dari 12 desa penyangga Meru Betiri kini terdapat aktivitas tambang. Padahal Meru Betiri termasuk sebagai habitat harimau jawa (Panthera tigris sondaica). Dainuri dan Wahyu Giri berusaha melakukan penyelamatan TM Meru betiri dengan menggunakan Harimau Jawa yang dinyatakan sudah punah oleh WWF, sesungguhnya merekalah adalah para harimau yang menolak punah.
Β 
4. 70:30 Sama Dengan?
Sutradara: Lanang Bagus & Iswadi
Β 
Anggu, seorang pemuda dayak Satango di dusun Singkabang desa Suka Bangun Kecamatan Sungai Betung menginginkan fasilitas-fasilitas dasar desa tersebut terpenuhi. Demikian halnya juga tokoh tua (Indut) menginginkan hal yang sama. Anggu di hadapkan pada pilihan sulit; harus menjual tanah adat kepada perusahaan sawit untuk memenuhi kebutuhan desanya. Hal ini kemudian menciptakan konflik internal antara generasi tua (Indut) ingin mempertahankan hutan adat dan generasi muda ingin menjual hutan adat di tengah himpitan kebutuhan ekonomi.
Β 
5. Provokator Damai
Sutradara: Rifky Husein & Ali Madi Salay
Β 
Konflik yang mendera Maluku tahun 1999-2002 telah menelan korban ribuan jiwa, ribuan anak menjadi yatim dan jutaan orang mengungsi, serta jutaan lainnya hidup dalam trauma. Jacky Manuputty seorang pendeta dan Abidin Wakano sebagai seorang ulama adalah potret dari banyak tokoh di Maluku yang berjuang menginginkan Ambon damai. Muhammad Yusuf Laga, masih menyimpan trauma akan konflik 1999 ingin memulihkan traumanya dengan mengikuti live-in (tinggal bersama) Begitu juga Heni Liklikwati yang bersuamikan seorang pendeta, hidup dalam trauma selama belasan tahun. Heni berkeinginan mengikuti live-in agar traumanya dipulihkan dan merubah persepsinya terhadap orang Islam. Yusuf merasa trauma konflik dalam dirinya membatasi interaksinya dengan orang-orang yang beragama Kristen. begitupun dengan Heni yang masih takut masuk ke pemukiman muslim karena masih trauma ketika terjebak dalam sebuah insiden penembakan di akhir tahun 1999.

(ich/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads