Rachmawati Tolak Ario Bayu Jadi 'Soekarno', Hanung Tak Ambil Pusing

Rachmawati Tolak Ario Bayu Jadi 'Soekarno', Hanung Tak Ambil Pusing

Mauludi Rismoyo - detikHot
Jumat, 20 Sep 2013 11:25 WIB
Rachmawati Tolak Ario Bayu Jadi Soekarno, Hanung Tak Ambil Pusing
Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri mengungkapkan secara terbuka ketidaksetujuannya pada pemilihan pemeran utama dalam film 'Soekarno: Indonesia Merdeka' yang jatuh pada Ario Bayu. Apa tanggapan sutradara Hanung Bramantyo?

Rachmawati kurang sreg dengan Ario Bayu karena menurutnya kurang pas memerankan Sang Proklamator. Ia lebih memilih Anjasmara. Karena Multivision Plus Picture dan Hanung tetap memilih Ario, maka Rachmawati pun mundur dari kerjasama pembuatan film itu.

Hanung sendiri tak mau ambil pusing mengenai pro-kontra pemeran Soekarno. Menurutnya, untuk pemilihan sebuah tokoh besar memang selalu ada perdebatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya perlu tegaskan, hanya ada satu Soekarno tidak ada yang lain. Film itu melakukan reinterpretasi, karena itu dibutuhkan profesional yang dilakukan oleh aktor. Apa Reza Rahardian mirip dengan Habibie? Nggak kan? Dia profesional, perlu itu," ujarnya saat ditemui di @america, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2013).

Bagi Hanung, Ario Bayu sangat pas memerankan tokoh Soekarno sesuai dengan skenario yang disusun untuk film tersebut. "Buat saya chemistry-nya pas," tambah Hanung.

Selain soal pemilihan aktor, ada perbedaan visi lain antara pihaknya dengan Rachmawat. Hanung ingin menampilkan sosok Soekarno yang heroik saat melakukan pembacaan teks proklamasi, dan bagaimana usahanya merebut kemerdekaan lewat jalur diplomasi bersama Bung Hatta.

"Karena keterlibatan Ibu Rachmawati di hari-hari terakhir Bung Karno besar di situ, mungkin dia mau banyak diekspos di situ. Karena tidak ada kesepakatan, Ibu Rachmawati berkirim surat akan membuat film 'Hari-Hari Terakhir' sendiri. Dan kita jawab surat itu yang isinya, dipersilakan," jelasnya.

'Soekarno: Indonesia Merdeka!' yang dijadwalkan rilis 12 Desember mendatang itu juga menampilkan Ferry Salim sebagai komandan Jepang, Maudy Koesnadi sebagai istri Soekarno, Inggit dan Tanta Ginting sebagai Sjahrir.

(ich/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads