Media-media di Kanada mengabarkan bahwa sekuel 'Man of Steel' itu pindah lokasi dari Vancouver (tempat syuting film pertama) ke Toronto. Kepindahan lokasi itu kabarnya didorong oleh besaran pajak yang diberlakukan.
Produksi film kelas Hollywood memang saat ini masih yang terbesar di dunia. Mereka bisa menghabiskan US$ 1 juta atau sekitar Rp 11 miliar untuk sebuah adegan yang dilakukan selama satu hari saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pindahnya produksi film Superman vs Batman itu mengikuti langkah dari film-film berskala besar lainnya. 'Fantastic Four' reboot produksi Fox juga memindahkan syuting dari Vancouver ke Lousiana untuk mendapat retribusi pajak yang lebih rendah. Fox juga memindahkan produksi 'X-Men: Days of Future Past' dari Vancouver ke Montreal.
Vancouver mungkin bisa kehilangan sumber devisa yang cukup tinggi akibat retribusi pajak mereka. Padahal, mereka bisa mendapatkan ratusan juta dollar dari sana. Sedikit gambaran untuk perhitungan, tiga film yang memutuskan pindah dari sana memiliki gabungan bujet senilai lebih dari US$ 500 juta.
Anda mungkin juga bisa mengira lokasi The Dark Knight yang pindah ke Chichago karena persoalan yang sama, dan beberapa pemimpin kota besar lainnya mungkin sedang berpikir untuk merevisi retribusi pajak mereka agar menarik para filmmaker.
Dengan uang lebih dari US$ 200 juta yang dikeluarkan sebuah film blockbuster, retribusi pajak menjadi hal penting yang dipikirkan studio seperti Warner Bros. Mereka pun pernah menghentikan produksi film 'Justice League: Mortal' di Australia karena masalah pajak.
Saat ini film Superman vs Batman sediri sudah mulai pra-produksi dalam beberapa bulan ke depan, dan akan masuk tahap produksi penuh pada 2014. Sutradara Zack Snyder dan penulis skenario David Goyer harus mengejar deadline tayang pada 2015.
(ich/mmu)










































