Dari Film Hitam Putih Sampai Film Perang

Geliat Bisnis Bioskop Privat (5)

Dari Film Hitam Putih Sampai Film Perang

- detikHot
Jumat, 26 Jul 2013 15:14 WIB
Dari Film Hitam Putih Sampai Film Perang
Jakarta - Jelang libur lebaran, peminat terhadap penyewaan bioskop privat ini kian membludak. Tapi tak perlu kuatir kehabisan koleksi film. Pasalnya bioskop privat seperti Subtitles Group saja memiliki hampir 4 ribu film dari klasik hingga film yang berasal dari negara perang.

“Kami punya koleksi film jadul, ada hampir 4000-an film lebih. Semuanya sudah terdata dan terkomputerisasi,” ujar pemilik Subtitles Group Irna Rasad.

Seperti film tertua genre thriller asal Jerman yang dimiliki oleh Subtitles Group berjudul Dr. Mabuse The Gambler. Film yang disutradarai oleh Fritz Lang ini diproduksi pada tahun 1922. Serta film lainnya yang juga diproduksi era 1920an yang juga merupakan karya Fritz Lang berjudul Metropolis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Film-film ini memang sudah dikoleksi oleh kami para pemilik. Kita suka mencarinya di komunitas para pecinta film sampai memburunya ke luar negeri,” katanya.

Bahkan film yang berasal dari negara perang seperti Pakistan, Afganistan, Kazakshtan, dan Iran juga ada dalam koleksinya. “Ibaratnya film itu enggak akan berhenti produksi. Sudah jadi mata pencaharian, apalagi di negara yang lagi perang.”

Seperti film asal Iran yang berhasil menyabet Oscar dan diproduksi tahun 2011 berjudul A Separation. Serta film yang disutradarai Abbas Kiarostami diproduksi pada 2002 lalu dan bertajuk Ten.

Beragamnya koleksi film-film yang dimiliki, diakui Irna, menjadi daya tarik tersendiri. Biasanya, setiap akhir pekan yaitu Jumat dan Sabtu akan banyak pengunjung yang berada di daftar tunggu. Termasuk menjelang libur Lebaran serta pasca Lebaran.

“Belajar dari tahun lalu, warga Jakarta yang enggak mudik, akan mendatangi kami sebagai salah satu alternatif tempat hiburan keluarga. Suasana itu masih euforia jalan-jalan,” kata Irna.

Khusus di hari-hari biasa yakni Minggu sampai Kamis, pengunjungnya tidak akan membludak. Pihaknya juga menyiapkan penawaran paket menonton dan diskon bagi para pecinta film.

Jika tertarik menghabiskan waktu menonton di sini, Anda bisa dikenai biaya Rp 150 ribu untuk satu sesi pemutaran satu film. Satu ruangan kapasitas maksimal adalah 8 orang, jika tambah orang, maka harganya ditambah Rp 10 ribu per jiwa.


(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads