Joko mengatakan, menulis skenario sangat berbeda dari penulisan cerpen, novel atau bentuk-bentuk penulisan lainnya. Menulis skenario baginya seperti membuat sebuah rencana agar penonton betah duduk dalam bioskop lebih dari satu setengah jam.
Skenario dibagi dua, skenario yang ditulis dari ide sendiri, dan yang berdasarkan materi yang sudah dipublikasikan. Untuk menciptakan skenario sendiri, Joko menekankan pentingnya karakter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menciptakan banyak karakter, biasanya Joko mengobservasi orang-orang di sekitarnya untuk mendapatkan berbagai macam ekspresi dan tingkah laku yang alami. Selain ke terminal, ia juga suka menghabiskan waktu berjam-jam di Stasiun Gambir.
Selain observasi ke tempat ramai, sutradara dan penulis yang cukup dikenal di berbagai festival film internasional itu juga menciptakan karakter dari khayalan sendiri. Joko lebih memilih tempat yang sepi untuk menuangkan khayalannya. Di mana?
"Di tempat saya merasa seperti raja (toilet)," ucapnya.
Masih banyak tips yang diberikan Joko untuk Anda yang ingin belajar menjadi penulis skenario. Untuk lebih lengkapnya, simak video di bawah ini.
(ich/ich)











































