Layaknya mitos sebagai pengisahan cerita yang biasanya terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori untuk menyampaikan pesan religius, idealisme, dan membentuk model sifat-sifat tertentu, Superman hadir memenuhi segala aspek itu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang ia pegang teguh. Superman dengan pelbagai mitos buatannya, mendukung gagasan mitos sebagai praktik sosial yang terus terjadi. Sudah tak terhitung lagi berapa kali kisah Superman diceritakan lewat pelbagai media seni, namun satu hal yang pasti, ia belum berubah sedikit pun selama 75 tahun, hingga di tahun ini Warner Bros mempersembahkan kembali untuk generasi baru. Disutradarai oleh Zack Snyder ('300', 'Watchmen'), 'Man of Steel' mencoba mengisahkan kembali karakter yang paling terkenal di dunia itu, dan di saat yang bersamaan ingin melampaui capaian-capaian pendahulunya.
Planet Krypton di ambang kehancuran. Ilmuwan Jor-El (Russell Crowe, 'Gladiator') mengirim putra satu-satunya, Kal-El (Superman) yang baru saja lahir secara alamiah dari rahim istrinya, Lara Lor-Van (Ayelet Zurer, 'Angels & Demons') ke planet Bumi. Jor-El terlebih dahulu memasukkan Codex --sumber kehidupan para calon penghuni Krypton-- ke dalam sel-sel tubuh putranya itu. Menggunakan roket ke luar angkasa, putra terakhir Krypton itu mendarat di Smallville, Kansas. Ia kemudian diadopsi oleh Jonathan dan Martha Kent (diperankan dengan gemilang oleh Kevin Costner dan Diane Lane), lalu mereka menamainya Clark Kent. Kisah asal-mula Superman terbaru ini, lewat cerita yang ditulis oleh David Goyer dan dibantu Chris Nolan (trilogi 'The Dark Knight'), diberi muatan fiksi ilmiah yang lebih dari inkarnasi sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chris Nolan terlibat dalam produksi 'Man of Steel' karena pihak studio merasa bahwa ia bisa memberikan sentuhannya; bukan untuk memberi rasa kelam seperi yang ia lakukan pada trilogi 'The Dark Knight', namun untuk memberi kesan nyata terhadap jalinan plot. Ya, memang terdengar ironis, membuat kisah senyata mungkin tentang sesosok makhluk asing berparas ganteng yang memiliki kekuatan super dan ia bertindak sebagai malaikat pelindung manusia. Namun, visi Goyer dan Nolan tersebut mampu diterjemahkan dengan baik oleh Snyder. Film ini tampil bak kenyataan secara meyakinkan.
Lihat, misalnya, adegan ketika Superman menyerahkan diri dan diinterogasi oleh pihak militer. Pada saat Superman menunjukkan jati dirinya kepada dunia, kita melihat manusia ketakutan, merasa terancam oleh sesuatu yang tak mereka kenal atau pahami. Dalam sebuah flashback, Clark Kent remaja (Dylan Sprayberry) menyelamatkan bus sekolah yang dipenuhi oleh teman-temannya dari bahaya tenggelam karena sebuah kecelakaan. Teman-temannya mengetahui bahwa mereka diselamatkan oleh Clark, merasa terganggu dan ketakutan olehnya. Inilah respons dunia, hal yang selalu diwanti-wanti oleh Jonathan kepada Clark sedari kecil bahwa ketika ia menunjukkan apa yang mampu ia perbuat, orang-orang akan menolaknya sebagai respons akan ketidaktahuan mereka. Henry Cavill, Dylan Sprayberry, beserta Cooper Timberline yang berperan sebagai Clark kecil, ketiganya mampu menunjukkan sisi paling sensitif, rasa ketakutan dan perasaan kesepian dari Superman.
Selama 75 tahun terakhir, setiap kali Superman diceritakan ulang, ia selalu memegang teguh nilai moral yang ia yakini hasil tempaan Jonathan. Jonathan lah yang memberinya nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai keluarga, keadilan, dan tentang dirinya yang mampu melakukan hal-hal hebat demi kebaikan manusia. Superman adalah figur yang penuh welas asih. Ia memiliki sikap untuk tak membunuh siapa pun lawannya. Sikapnya yang anti membunuh itu dirusak begitu saja oleh Snyder ketika film menjelang akhir. Atau, diimprovisasi?
Tak seperti Batman yang gelap, Superman adalah harapan yang memberi cahaya, seperti perkataan Jor-El yang diperankan oleh Marlon Brando dalam 'Superman: The Movie' (Richard Donner, 1978), "They're a great people Kal-El, they wish to be. They only lack the light to show the way. For this reason above all, they're capacity for good, I have sent them you, my only son."
Superman adalah model terbaik tentang nilai moral, keadilan dan kemanusiaan. Pertempuran klimaks antara dirinya melawan Jenderal Zod memporak-porandakan seisi kota. Gedung-gedung bertingkat hancur berkeping-keping. Entah berapa jumlah korban manusia yang mati karenanya. Dan, puncaknya adalah ketika ia membunuh Jenderal Zod. Adegan ini pada satu sisi merusak mitos Superman yang selama ini diyakini banyak orang, namun pada sisinya yang lain, adegan ini juga merupakan konsekuensi dari pilihan para pembuatnya yang melakukan pendekatan realisme. Kita melihat Superman menangis, berteriak dengan keras selepas mematahkan leher Jenderal Zod. Sangat kontroversial, namun Synder mengeksekusinya dengan cerdas; ia membuat Superman tak nampak sekedar membunuh, ada alasan kuat yang membuatnya demikian. Dan, kita sama-sama menyaksikannya.
Menurut Barthes dalam bukunya yang berjudul 'Mythologies', mitos adalah sebuah sistem komunikasi, bahwa mitos adalah sebuah pesan. Sifat-sifat lain dari mitos yang diusulkan oleh Barthes adalah bahwa mitos tidak ditentukan oleh materinya, melainkan oleh pesan yang disampaikan. Mitos tidak selalu bersifat verbal, sehingga juga ada mitos dalam bentuk film, lukisan, patung, fotografi, atau komik. 'Man of Steel' adalah mitos paling kini tentang Superman yang secara menakjubkan mampu mengisi fantasi kenyataan, setidaknya mitos Superman ini akan bertahan lama, untuk beberapa generasi ke depan.
Shandy Gasella pencinta Superman, meyakini bahwa kita tak sendirian di alam semesta ini
(mmu/mmu)











































