'Pintu Harmonika' memotret kehidupan para keluarga yang tinggal di ruko-ruko. Tiap keluarga diceritakan memiliki berbagai macam konflik, perjuangan batin, lengkap dengan dinamika kehidupan sosial seputar lingkungan mereka yang pada akhirnya sampai pada suatu hakikat keluarga yang sesungguhnya.
Luna menyutradarai bagian 'Skros', Sigi segmen 'Piano' dan Ilya menyutradarai bagian 'Otot'. Film yang dibintangi Donny Damara, Barry Prima, Shelomita, dan sejumlah bintang cilik itu diproduksi oleh Malka Pictures milik Luna Maya.
Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ide cerita tentang kehidupan remaja dalam film Pintu Harmonika ini awalnya datang dari penulis skenario 'Ayat-Ayat Cinta' dan 'Habibie & Ainun)' Gina S. Noer yang kemudian mengembankan ceritanya bersama penulis Clara Ng.
"Kalau aku ceritanya tentang ABG, selebtweet yang mau dapetin cewek dan mau memperbaiki nilainya yang jelek," terang Ilya.
Sementara Sigi Wimala menceritakan tentang anak laki-laki yang mengibur ibunya yang sedang depresi dalam segmen 'Piano'.
'Nggak sutradara doang sih yang perempuan, yang di belakang layar juga banyak yang ibu-ibu. Tapi di lain sisi bagus karena ini kan film keluarga, ini kontribusi dari para ibu-ibu," ucap Sigi antusias.
'Pintu Harmonika' dijadwalkan tayang di bioskop pada 23 Mei mendatang. Luna juga mengusahakan filmnya bisa tayang di Malaysia, singapura dan Brunei.
"Mudah-mudahan film indonesia gak cuma dikenal kita sendiri, tapi tetangga kita juga," harapnya.
(ich/ich)











































