"Saya mohon maaf kalau ada yang sensitif dari film ini untuk warga Minang. Kontroversi ini bukan media promo (film kami), kita di sini klarifikasi aja laporan yang kemarin," ucap Hestu saat ditemui di Kafe Bloeming FX Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2013).
Namun, Hestu juga meminta agar pihak-pihak yang berseberangan untuk menelaah filmnya dengan detail sebelum bereaksi keras. Hestu mengingatkan, film garapannya itu mengangkat kisah cinta beda agama, dan sama sekali tidak merujuk pada pernikahan beda agama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Cinta Tapi Beda' dilaporkan dengan pasal 156 KUHP jo Pasal 4 dan 16 UU No.40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
(ich/mmu)











































