Film 'Cinta Tapi Beda' dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena dinilai sang pelapor menyakiti perasaan warga Minang karena latar belakang ceritanya. Apa tanggapan pihak rumah produksi Multivision Plus Picture?
"Dengan langsung melapor tanpa mengajak kita berdialog, berarti dia sudah menutup ruang dialog," ujar PR Multivision Plus Aris Muda kepada detikHOT, Senin (7/1/2013).
Aris mempertanyakan, apakah sang pelapor benar-benar memperhatikan detail ketika menonton film tersebut. Menurutnya, tak ada adegan yang dengan gamblang menyinggung pada ras atau etnis tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aris, sebelumnya film 'Cinta Tapi Beda' juga mendapat protes dari Front Pembela Islam (FPI). Pihaknya kemudian mengundang perwakilan FPI untuk nonton bareng dan berdiskusi mengenai keberatan mereka.
"Kami akomodasi permintaan dialog dengan Habib Selon (tokoh FPI) pada Jumat (4/1/2013) kemarin. Besok akan ada jumpa pers," lanjutnya.
Film tersebut dinilai sang pelapor menyakiti perasaan etnis Minang karena latar belakang tokoh utamanya. 'Cinta Tapi Beda' bercerita tentang gadis Padang bernama Diana (Agni Pratistha) sebagai penganut Katolik fanatik yang berpacaran dengan Cahyo (Reza Nangin) yang beragama Islam.
Sang pelapor yang perprofesi sebagai pengacara itu menggunakan pasal 156 KUHP Jo Pasal 4 dan 16 UU No.40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
(ich/mmu)











































