"Saya punya tugas memilih calon Soekarno dan Fatmawati. Saya minta sama pak Ram (Punjabi) dan Hanung untuk diberikan otoritas untuk itu," ujar Rachmawati Soekarno Putri saat ditemui usai syukuran pembuatan film tersebut di Museum Perumusan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012) malam.
Menurutnya, Hanung memang sutradara yang bagus. Tetapi untuk memilih sosok Soekarno, Rachmawati merasa lebih memiliki kelebihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini belum ada aktor dan aktris yang dipilih untuk memerankan karakter-karakter utama di film tersebut. Hanung juga merasa kesulitan memilih sosok aktor muda yang tepat.
"Ini nggak mudah karena Bung Karno memulai kiprahnya dari 15 tahun dan pada usia 21 tahun telah mendirikan PNI. Mencari pemain berusia 21 tahun yang ganteng itu banyak, tapi yang ganteng otak itu susah," ujar Hanung.
Film biopic Soekarno rencananya akan dibuat menjadi dua bagian. 'Soekarno: Indonesia Merdeka!' akan memuat kehidupan Soekarno semasa muda, hingga saat dia membacakan naskah proklamasi.
Sementara sekuelnya yang berjudul 'Soekarno: Hari-hari Terakhir' akan bercerita tentang penghujung hidup sang proklamator yang tragis dan penuh misteri. Rencananya, film produksi Multivision Pictures (MVP) itu akan dirilis bertepatan dengan peringatan 17 Agustus 2013.
(ich/ich)











































