5 Film Terbaik yang Bersaing di FFI 2012

5 Film Terbaik yang Bersaing di FFI 2012

- detikHot
Rabu, 28 Nov 2012 16:29 WIB
5 Film Terbaik yang Bersaing di FFI 2012
Jakarta -

'Demi Ucok'

'Demi Ucok' adalah sebuah drama komedi tentang pencarian jodoh berlatar budaya Batak. Ucok adalah simbol pria idaman bagi para orangtua Batak yang ingin memilihkan jodoh untuk putrinya. Film ini dibintangi oleh Geraldine Sianturi, Saira Jihan, Sunny Soon, dan Mak Gondut yang memerankan dirinya sendiri dengan sangat kocak.

Mak Gondut dan Geraldine masuk nominasi FFI 2012 masing-masing sebagai pemeran pembantu wanita terbaik, dan pemeran utama wanita terbaik. Total, 'Demi Ucok' mengantongi 8 nominasi termasuk kategori film terbaik, dan sutradara terbaik untuk Sammaria Simanjuntak.

'Demi Ucok' baru akan tayang di bioskop pada 3 Januari 2013. Film karya Sammaria Simanjuntak itu telah diputar perdana lewat sebuah acara layar tancap di tengah perkampungan padat di Bandung.

'Lovely Man'

Film drama yang dibalut dengan isu transgender ini dikemas apik dan sederhana dengan budget rata-rata oleh Teddy Soeriaatmadja selaku sutradara.Kisah yang diuraikan adalah hubungan antara ayah dan anak yang diperankan oleh Donny Damara yang berperan sebagai Saiful dan Raihaanun sebagai Cahaya.

Cerita bergulir melalui sosok Saiful yang seorang waria, tiba-tiba kebingungan manakala Cahaya, anak yang sudah 15 tahun tak ia temui, datang dari kampung hanya untuk ingin bertemu dengan dirinya.

Untuk perannya itu, Donny Damara berhasil menyabet penghargaan Best Actor dalam Asian Film Awards mengalahkan Andy Lau dan sejumlah aktor lainnya.

'Rumah Di Seribu Ombak'

Dalam cerita β€˜Rumah di Seribu Ombak’, dua karakter sentral terletak pada Samihi (Risjad Aden dan Andre Julian), si bocah muslim yang bersahabat dengan Wayan Manik atau Yanik (Dedey Rusma dan Riman Jayadi) si bocah Hindu yang putus sekolah.

Baik Samihi maupun Yanik adalah dua bocah yang memilikik trauma masa lalu yang cukup berat.

Erwin yang pernah berlibur menyepi di Singaraja tertarik pada kisah-kisah miris yang dialami banyak bocah di sana yang menjadi korban pelecehan seksual. Dari kisah-kisah yang dirisetnya sendiri inilah lahir cikal bakal novel β€˜Rumah di Seribu Ombak’ yang ia selesaikan di Cipinang.

Film tersebut mengambil semua pengambilan gambar di Singaraja, Bali. Tepatnya di Pantai Lovina di mana turis bisa menyaksikan lumba-lumba berenang ke sana ke mari.

'Soegija'

'Soegija' mengikuti perjalanan Romo Soegijapranata yang diangkat Vatikan menjadi uskup pribumi pertama di Indonesia.Pengangkatan itu terjadi di tengah situasi gejolak perang Asia-Pasific.

Romo Soegija dilukiskan sebagai tokoh yang tak memikirkan dirinya sendiri, melainkan lebih mengutamakan keselamatan seluruh rakyat Indonesia, terutama yang berada di sekitar Semarang, Muntilan, Yogyakarta dan Magelang.

Soegija diperankan oleh penyair dan kritikus sastra Nirwan Dewanto yang bermain bagus menghidupkan pemimpin umat Katholik yang kemudian ditetapkan sebagai pahlawan nasional itu. Selain Nirwan, 'Soegija' menamnpilkan Butet Kartaradjasa dan Olga Lidya.

'Tanah Surga, Katanya'

Setelah meninggalnya istri tercinta, Hasyim, mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965, memutuskan tidak menikah. Ia tinggal bersama anak laki-laki satu-satunya yang juga menduda, dan dua cucunya: Salman dan Salina.

Hidup di perbatasan Indonesia dan Malaysia merupakan persoalan tersendiri bagi mereka, karena keterbelakangan pembangunan dan ekonomi. Film tersebut disutradarai oleh Herwin Novianto.
Halaman 2 dari 6
(ich/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads