'Comrade Kim Goes Flying', yang memiliki asisten sutradara orang Korea Utara dan dua orang Eropa, adalah film Korea Utara pertama yang diputar di festival film tersebut sejak tahun 2003. Film itu bercerita tentang seorang wanita muda yang kabur untuk bergabung sebagai pemain akrobat dalam sebuah sirkus.
Film itu memenangkan penghargaan untuk sutradara terbaik di festival dua tahunan film internasional Pyongyang bulan lalu. Para pengamat pun penasaran untuk melihat bagaimana reaksi penonton lokal akan film tersebut, mengingat kedua negara itu secara teknis masih berperang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kim mencatat bahwa penyelenggara telah menetapkan film Korea Utara untuk bebas dari ideologi dan propaganda.
Sementara itu, enam film Afghanistan yang dibuat dari tahun 1960 hingga 1980-an juga akan ditampilkan. Termasuk film 'Eagle', sebuah film produksi 1965 tentang seorang gadis yang bepergian di Kabul.
Film-film tersebut dilarang tayang ketika Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun 1990 dan melarang sebagian besar bentuk hiburan, termasuk film. Film-film baru muncul kembali pada tahun 2004 setelah Taliban digulingkan.
Festival yang diadakan sejak tahun 1996 di bagian tenggara kota pelabuhan Busan itu dianggap sebagai festival film terbesar di Asia. Festival itu telah berkembang pesat bersama dengan industri film di kawasan tersebut yang dipimpin oleh China dan Korea Selatan.
Film gangster thriller Hong Kong 'Cold War' yang dibintangi Andy lau dan Aaron Kwok, membuka Busan International Film Festival 2012. Acara pembukaan festival film itu dipandu aktor China Tang Wei.
Film lain yang menarik perhatian adalah film arahan sutradara Kim Ki-duk berjudul 'Pieta'. Film tersebut mendapatkan penghargaan sebagai film terbaik di Venice Film Festival bulan lalu.
Sementara itu, film Indonesia 'Hello Goodbye' juga mendapatkan tiga kali pemutaran di ajang tersebut, yakni pada tanggal 6, 9 dan 12 Oktober 2012. Film dengan bintang Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto dan penyanyi Korea, Eru terpilih dari sekitar dua ribuan film yang mendaftar.
Sejumlah keindahan di Busan juga akan ditampilkan dengan detail. Film yang dirilis di bioskop Indonesia pada 29 November mendatang itu juga melibatkan sekitar 300 warga asli Korea sebagai pemain.
(ich/fkh)










































