Film 'Mursala' Dicekal, Sang Produser Marah Besar

- detikHot
Sabtu, 21 Jul 2012 15:35 WIB
Jakarta - Film layar lebar berjudul 'Mursala' produksi Raj's Production dilarang tayang dan diedarkan di Indonesia. Padahal, film yang dibintangi Rio Dewanto dan Titi Sjuman itu rencananya dirilis akhir tahun ini.

Pelarangan itu dikeluarkan Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Hal itu dilakukan atas adanya pelaporan dari Pengurus Pusat Majelis Budaya Pesisir dan Pariwisata Sibolga (MBPPS), Tapanuli Tengah.

Lantas apa jawaban sang eksekutif produser, Anna Sinaga? "Saya sangat-sangat marah ya. Emosi jadinya. Tapi saya kira hal itu tidak perlu ditanggapi lah," ungkapnya saat diwawancarai wartawan via telepon, Jumat (20/7/2012).

"Saya marah bukannya karena apa, perjuangan kita membuat film ini besar dan biayanya pun nggak sedikit. Jadi janganlah ada pihak-pihak yang membuat perkara yang mengada-ada, nanti kita bisa tuntut balik," sambungnya menegaskan.

Ditambahkan Anna, penduduk setempat sangat senang saat syuting film 'Mursala' di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara dilakukan beberapa waktu lalu. Bahkan ia pun telah mendapat restu dari Bupati yang menjabat Raja Bonaran Situmeang, SH. M. Hum.

"Pak Bupati mendukung penuh, bahkan beliau juga ikut bermain dalam film ini. Film ini kan bagus karena mengangkat budaya Batak dan keindahan alam Tapanuli Tengah. Jadi saya berharap masyarakat ikut aktif mendukung agar potensi pariwisata kita makin mendunia," tandas perempuan yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.

Film 'Mursala' sendiri mengangkat cerita budaya Batak tentang 70 marga yang berbeda dan tidak boleh nikah sampai sekarang. Keindahan panorama daerah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara juga ditampilkan dalam film tersebut.

Penyanyi legendaris Iwan Fals khusus menciptakan lagu berjudul 'Mursala' untuk mengisi sountrack film tersebut. Film yang disutradarai Viva Westi itu dibintangi oleh Rio Dewanto, Anna Sinaga, Titi Sjuman, Mongol, Rudy Salam, Tio pakusadewo, Roy Ricardo, Raja Bonaran Situmeang, serta Elsa Syarief.

(bar/fk)