Singapura, 'Lewat Djam Malam' dan Warisan Bersama

\'Lewat Djam Malam\' Diselamatkan

Singapura, 'Lewat Djam Malam' dan Warisan Bersama

- detikHot
Rabu, 20 Jun 2012 20:35 WIB
Singapura, Lewat Djam Malam dan Warisan Bersama
Jakarta - Mengapa pemerintah Singapura, dalam hal ini National Museum Singapore (NMS) justru menjadi pihak pertama yang berinisiatif merestorasi film klasik Indonesia?

Sementara, dua institusi yang menaungi perfilman Indonesia sendiri, yakni Departemen Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif absen entah ke mana!

Memang, banyak yang miris begitu diketahui bahwa pendanaan proyek restorasi film 'Lewat Djam Malam' karya Usmar Ismail produksi 1954 berasal dari NMS, dan World Cinema Foundation yang diketuai sutradara kondang Martin Scorsese. Mengapa kepedulian itu justru datang dari negara lain? Banyak pihak yang menilai hal itu sebagai ironi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pihak NMS sendiri dengan rendah hati menyatakan bahwa 'Lewat Djam Malam' bisa dipandang sebagai warisan bersama budaya Asia Tenggara. Sehingga, siapapun bisa ikut berpartisipasi dalam upaya menyelamatkannya.

"Sebagai institusi nasional yang berdedikasi pada sejarah Singapura, kami terdorong oleh kebutuhan mendesak untuk menjaga warisan bersama sejarah film Asia Tenggara. Karena itulah kami terlibat dalam proyek restorasi ini," ujar Direktur NMS Lee Chor Lin.

Lee juga menyebut alasan lain mengapa antusias merestorasi film klasik Indonesia. "Kami juga tergerak oleh semangat dan keteguhan teman-teman di Indonesia yang mampu mengatasi halangan-halangan teknis dan birokratis untuk tujuan mulia ini," paparnya.

"Yang jelas kami tak punya alasan untuk tidak terlibat dalam kolaborasi ini. Takdir NMS tak bisa dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. Hubungan historis dengan Indonesia sungguh terasa di NMS," tambahnya.

Dengan berkali-kali mengatakan "terlibat", Lee sebenarnya terlalu rendah hati. Sebab, faktanya NMS tak sekedar terlibat, namun sejak awal siap menanggung seluruh biaya proses restorasi. Namun, kemudian dalam perjalanannya WCF menyatakan keinginannya untuk ikut
berpartisipasi, dan menanggung separo biaya.




(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads