Scorsese berbicara untuk mengantarkan pemutaran perdana hasil restorasi film 'Lewat Djam Malam' karya Usmar Ismail yang diproduksi bersama Djamaludin Malik pada 1954. JB Kristanto, yang "di-mention" oleh Scorsese memang orang yang paling berperan di balik proyek ambisius restorasi film lama tersebut.
"Saya sebenarnya hanya dipaksa, karena saya yang paling tua. Sebenarnya yang bekerja ya yang muda-muda ini," ujar JB Kristanto merendah, menunjuk anak-anak muda yang berada bersamanya di atas panggung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek restorasi 'Lewat Djam Malam' memang merupakan kerja kolektif dari individu-individu dan lembaga yang memiliki kepedulian terhadap penyelamatan film-film lama. JB Kristanto menyebut film-film itu sebagai harta karun budaya Indonesia. "Sebagian masa lalu dan masa depan kita ada di sana," ujarnya.
Ironisnya, pendanaan atas usaha restorasi film 'Lewat Djam Malam' tersebut bukanlah dari pemerintah Indonesia, melainkan dari National Museum of Singapore (NMS). Bagaimana ceritanya?
JB Kristanto pun bercerita. Awalnya seorang kurator festival film di Singapura, Philip Cheah mengusulkan agar buku 'Katalog Film Indonesia' karya JB Kristanto diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Inggris. Philip sudah membicarakan usulan tersebut dengan NMS untuk pendanaannya.
Dalam pembicaraan berikutnya, pihak NMS tak hanya menyebut soal penerjemahan buku, tapi juga menyinggung "a special screening of one restored Indonesian classic film with English subtitles." Philip pun kemudian meminta JB Kristanto mengusulkan satu judul film Indonesia yang akan direstorasi.
"Maka muncul dengan spontan judul Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail yang bisa disebut sebagai film terbaik sepanjang masa," ujar JB Krisntanto. "Film ini bernilai tinggi bukan hanya karena nilai estetiknya, tapi juga nilai kesejarahannya," tambahnya.
Hasil restorasi film 'Lewat Djam Malam' akan diputar untuk umum melalui jaringan bioskop 21 dan Blitzmegaplex mulai Kamis (21/6/2012) besok.
(mmu/mmu)











































