Kejadian itu menyisakan penyesalan dan perasaan bersalah yang membuatnya enggan untuk dengan orang lain. Ia menjadi paranoid akan masa lalu. Ketakutan jika orang yang dekat dengannya akan berakhir seperti almarhum istrinya. Sampai akhirnya Luke melihat gadis cilik Mei (Catherine Chan) dikejar-kejar oleh gangster yang sama yang telah membunuh istrinya.
Luke secara spontan merasa harus ikut campur dengan urusan itu. Hal itu membuatnya menjadi target baru para gangster kejam tadi. Dan, saat Luke mengira semuanya baik-baik saja, dia baru menemukan kenyataan bahwa Mei bukanlah gadis cilik biasa. Maka, inilah saat Luke untuk melakukan apa yang paling dia bisa: bertarung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam film ini, Statham memang tetap bermain lumayan rapi. Dia berkelahi, menusuk orang dan menendang siapapun yang ada di sekitarnya dengan tenaga luar biasa. Namun, kedalaman aktingnya tidak sekeren yang pernah dia tampilkan dalam 'Snatch' atau 'Lock, Stock, and Two Smoking Barrells'.
Film ini terlalu banyak menampilkan klise yang sudah kita lihat dalam film-film action sebelumnya. Dan, dialognya terdengar menyebalkan. Untunglah Boaz Yakin sebagai sutradara tahu bagaimana cara meramu 'Safe' agar tetap menarik. Dan lihatlah bagaimana frame-frame tertata dengan apik walaupun banyak sekali korban berjatuhan akibat keperkasaan Statham.
'Safe' bukan film yang buruk. Dibandingkan dengan film Statham yang lebih tidak jelas, 'Safe' merupakan tontonan yang fun dan cukup menghibur. Walaupun, jika dibandingkan dengan 'The Raid', 'Safe' jelas bukan tandingannya. Jika Anda sabar menunggu, film ini akan lebih nyaman ditonton di rumah sambil tiduran di sofa.
Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.
(mmu/mmu)











































