Lewat 'Soegija', Garin ingin melukiskan kisah-kisah kemanusiaan di masa perang kemerdekaan bangsa Indonesia dari kurun waktu tersebut. Banyak hal yang ia harus perhatikan dengan detail, mulai dari kostum hingga pemilihan lokasi.
"Makanya itu agak sedikit sulit mengubah suasananya. Multikultur," ujarnya saat ditemui di PPHUI Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/5/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tokoh Soegija sendiri diperankan oleh penyair dan kritikus sastra Nirwan Dewanto. Tampil juga beberapa bintang dari negara lain seperti Nobuzuki yang berperan sebagai tentara Jepang Suzuki, Wouter Zweers (tentara Belanda). Aktris Olga Lydia juga turut serta, memerankan penduduk etnis Tionghoa.
Garin menilai ketokohan Soegijapranata sangat penting. Tidak hanya bagi umat Katolik, melainkan bangsa Indonesia. Tokoh tersebut mempunyai peran siginifikan dalam masa-masa krisis menjelang dan awal-awal kemerdekaan.
Dalam sejarahnya, Soegijapranata diketahui menulis untuk media luar negeri sebagai bentuk silent diplomacy terhadap penjajah. Ia juga memindahkan Keuskupan Semarang ke Yogyakarta sebagai bentuk solidaritas atas kepindahan ibukota RI dari Jakarta ke Yogyakarta, dan bernegosiasi dengan Jepang untuk gencatan senjata.
'Soegija' yang merupakan film termahal Garin (Rp 12 milyar) itu akan tayang di bioskop pada 7 Juni mendatang.
(ich/mmu)











































