Film tersebut kini sudah berganti judul menjadi 'Zero Dark Thirty'. Namun yang mengundang protes dari kelompok garis keras India adalah penggunaan bendera Pakistan pada set film tersebut di sebuah pasar di Chandigarh.
Menurut laporan AFP, Senin (5/2/2012), Bigelow juga mendapat protes keras dari aktivis sayap kanan Hindu di India. Pada hari Jumat, (2/3/2012) lalu, anggota garis keras Vishwa Hindu Parishad dilaporkan terganggu atas pembuatan film di sebuah kota India utara, dan mengeluh tentang penggunaan lokasi India untuk merujuk ke Pakistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Punjab VHP, Ramkrishna Srivastava menjelaskan mengapa para aktivis juga mengganggu produksi film Bin Laden. "Kami tidak ingin bendera Pakistan di daratan India dan kami tidak setuju bahwa pasar India akan terlihat seperti Pakistan," tegasnya.
Setelah Bigelow memutuskan untuk melakukan proses syuting di Pakistan, telah terjadi berbagai spekulasi tentang di mana film kisah nyata itu akan difilmkan. Media di India menyatakan bahwa sutradara "The Hurt Locker" itu mungkin mempertimbangkan lokasi di negara tersebut untuk menciptakan bangunan tiga lantai tempat persembunyian Bin Laden di Rajasthan.
Namun menurut sumber yang bekerja dalam proyek film tersebut mengatakan, proses syuting sama sekali tak terganggu dengan adanya protes.
Bigelow dan penulis skenario Mark Boal telah mengerjakan cerita 'Zero Dark Thirty' sebelum Bin Laden tewas dalam serangan tentara AS di Abbottabad, Pakistan, Mei tahun lalu. Rencananya film tersebut akan diilis pada 19 Desember 2012.
(ich/mmu)











































