DetikHot

movie

Dari Ucok, Demi Film Indonesia

Kamis, 29 Des 2011 19:02 WIB  ·   - detikHOT
Dari Ucok, Demi Film Indonesia
Jakarta - Hujan baru saja reda. Sebuah bus yang membawa rombongan dari Jakarta berhenti di depan gang samping pintu masuk Kebun Binatang, Bandung. Sunny Soon, bintang film \\\'Cin(T)a\\\' karya Sammaria Simanjuntak memimpin rombongan itu. Dalam gelap dan dingin, 60-an orang itu menyusuri gang sampai masuk jauh ke kampung yang padat.

Langkah mereka berakhir di sebuah lapangan yang terletak di belakang rumah-rumah susun. Malam itu, Sammaria --yang bersama Sally Anom Sari meraih Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2009 untuk naskah skenario \\\'Cin(T)a\\\'-- kembali punya gawe<\/em>. Dia akan meluncurkan film barunya, \\\'Demi Ucok\\\' lewat sebuah pergelaran layar tancap.

Dengan gaya khasnya yang riang dan penuh senyum, Sammaria menjelaskan, \\\"Saya memang sudah lama pengen bikin layar tancap. Bosan dengan premiere film yang begitu-begitu saja. Pengennya nonton bareng saja sama teman-teman dekat dan masyarakat.\\\"

Dalam bahasa yang lebih keren, Sammaria ingin mengembalikan film sebagai tontonan rakyat. \\\"Sebagian syuting Demi Ucok di sini juga, melibatkan ibu-ibu PKK. Waktu bikin Cin(T)a juga ada adegan yang syuting di sini,\\\" ujarnya menunjuk lokasi tempat ia dan timnya menggelar acara layar tancap.

Maka, inilah suasananya: karpet merah yang dibentangkan di \\\"pintu masuk\\\" basah oleh hujan yang mengguyur sejak sore. Begitu pun dengan gelaran tikar di depan layar. Namun, para penonton tetap semangat, menyaksikan film sambil menyantap kudapan yang tersedia, langsung dari penjualnya, dari siomay, bakso, bubur ayam hingga bandrek dan bajigur.

Suasana kebersamaan dan kegembiraan sangat terasa, dan itu memberikan secercah optimisme di tengah berbagai persoalan yang membelenggu perfilman Indonesia. Selain melakukan pemutaran perdana lewat layar tancap di tengah kampung, tim \\\'Demi Ucok\\\' juga mengundang masyarakat untuk ikut menjadi co-produser. Caranya, dengan menyumbang Rp 100 ribu, dengan imbalan suvenir dan namanya akan tertulis di poster film.

\\\"Kita masih perlu dana sekitar satu miliar untuk mentransfer film kita dari digital ke 35 mili agar bisa tayang di bioskop. Kami berharap bisa menjaring 10 ribu co-produser. Jika semua berjalan sesuatu harapan, maka kira-kira April Demi Ucok bisa dinikmati di bioskop,\\\" terang Sammaria. Demi film Indonesia, mari bahu-membahu!


(mmu/mmu)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed