"Biayanya dua kali lipat Opera Jawa. Ya, ini film termahal saya," kata Garin dalam syukuran persiapan syuting di Gereja Katolik Gedangan, Jalan Ronggowarsito Semarang, Jumat (4/11/2011).
Film yang ber-setting tahun 1940-1949 ini melibatkan 500 pemain dan 200 kru. Lokasi syutingnya di Semarang, Ambarawa, Klaten, dan Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sejarahnya, Soegijapranata diketahui menulis untuk media luar negeri sebagai bentuk silent diplomacy terhadap penjajah. Ia juga memindahkan Keuskupan Semarang ke Yogyakarta sebagai bentuk solidaritas atas kepindahan ibukota RI dari Jakarta ke Yogyakarta, dan bernegosiasi dengan Jepang untuk gencatan senjata.
"Konteksnya memang perang, tapi bukan perangnya, tapi babak-babak kesejarahannya," katanya.
Sebelum menggarap film "Soegiya", Garin melakukan riset, baik mengenai peran publik maupun kehidupan pribadi si tokoh. Ia ingin tokoh tersebut hadir sebagaimana konteks jamannya.
Syuting film akan dimulai 7 Nopember mendatang di Semarang. Dimulai dengan adegan penthabisan uskup hingga pertempuran 5 hari di Semarang. Syuting direncanakan usai pada 14 Nopember, lalu dilanjutkan ke beberapa kota lain di Jateng dan Yogyakarta.
Soegija diperankan Nirwan Dewanto, didukung presenter dan pemain sinetron Olga Lidya dan lain-lain. Untuk musik diserahkan ke Djaduk Ferianto. Diperkirakan Juni 2012, film ini bakal tayang di bioskop.
(try/ich)











































