Dalam gugatannya ke Pengadilan Federal California, pria bernama Michael Alan Rubin itu mengklaim jika cerita di 'Hangover II' adalah kisah nyata yang dialaminya. Bagaimana ceritanya?
Rubin menikahi seorang wanita Jepang bernama Tamayo pada tahun 2007 di Jepang. Bersama-sama, pasangan tersebut berbulan madu di Thailand dan India, di mana perselisihan mulai timbul atas kondisi keuangan Rubin. Selama perjalanan bulan madu, Tamayo menolak untuk berbagi kamar hotel dengannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rubin kemudian mendengar dari seorang temannya di Hollywood tentang film 'Hangover II', yang mengisahkan beberapa kesialan warga Amerika di Asia saat menuju pernikahan.
"Produksi 'Hangover 2' adalah hasil dari 'Mickey dan Kirin' dan eksploitasi dari kehidupan nyata pribadi penggugat dengan cara yang menghina," demikian penggalan kalimat dalam dokumen gugatan Rubin seperti dilansir The Hollywood Reporter, Rabu (19/10/2011).
Rubin menuntut atas pelanggaran hak cipta, penyalahgunaan hak publisitas, dan fitnah. Ia juga menuntut untuk pencemaran nama baik karena karakter yang dimainkan oleh Ed Helms ditampilkan menggunakan pada obat-obatan dan melakukan seks dengan seorang pelacur transeksual.
Sejak dirilis Warner Bros pada Mei lalu, 'The Hangover II ' telah menerima banyak gugatan. Ada seniman tato yang menggugat karena desain tato di wajah Ed Helms meniru desain tato buatannya untuk petinju Mike Tyson.
Selain itu, ada lagi gugatan dari seorang pemeran pengganti yang diduga menderita cedera otak selama pembuatan film tersebut.
(ich/ich)











































