KPI Sayangkan Protes FPI ke SCTV Soal Film '?'

KPI Sayangkan Protes FPI ke SCTV Soal Film '?'

- detikHot
Minggu, 28 Agu 2011 12:23 WIB
KPI Sayangkan Protes FPI ke SCTV Soal Film ?
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyayangkan aksi Front Pembela Islam (FPI)menggeruduk kantor SCTV untuk mendesak lembaga penyiaran itu membatalkan penayangan film '?' pada malam takbir nanti. Seharusnya FPI menyampaikan aduan sesuai mekanisme yang ada.

Wakil Ketua KPI Nina Muthmainnah menjelaskan, masyarakat bisa menyampaikan aduan setelah sebuah program tayang di televisi. KPI juga akan mengawasi apakah tayangan itu melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran atau tidak.

"Masyarakat bisa menyampaikan lewat email, surat, telepon dan juga bisa melalui website KPI," kata Nina saat dihubungi detikcom, Minggu (28/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) mengatakan, adalah hak setiap masyarakat menyampaikan pendapatnya melalui demonstransi. Namun, untuk memprotes tayangan sebaiknya melalui mekanisme yang tersedia.

"Lah ini tayangan saja belum muncul layar TV kok," kata Nina tentang mekanisme pengaduan setelah program ditayangkan.

Menurut Nina, film '?' juga sudah lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF) untuk tayangan televisi. Sensor tayangan televisi lebih ketat dari sensor untuk film yang diputar di layar lebar.

"Saya tahu SCTV tidak akan sembarangan memutar itu," kata Nina.

Sabtu kemarin seratusan orang yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor stasiun televisi SCTV. Mereka mendesak stasiun televisi nasional itu membatalkan penayangan film berjudul '?'.

"Film '?' menggambarkan umat Islam itu bengis dan jahat. Ada adegan orang islam merusak restoran China, lalu pendeta ditusuk dan gereja dibom," ujar Ketua FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas, di halaman SCTV Tower, Jl Asia Afrika, Jakarta.

Massa FPI yang datang dengan menggunakan sepeda motor itu menggelar orasi selama sekitar 15 menit. Mereka akhirnya diterima pihak SCTV. FPI dan SCTV menggelar dialog atas tuntutan tersebut di lantai 19 gedung tersebut. Dialog yang berlangsung dalam suasana tenang itu berakhir 20 menit kemudian.

"Terimakasih atas silaturahmi dari FPI, ini merupakan masukan dan evaluasi bagi kami. Sebagaimana kita telah berkomunikasi, kami nyatakan tidak akan memutar film '?' pada malam takbiran nanti," kata Corprotare Secretary SCTV, Hardijanto Soeroso, di akhir pertemuan.

Usai pertemuan itu FPI membubarkan diri. Raut muka mereka menunjukkan rasa puas.

Film besutan sutradara Hanung Bramantyo ini dirilis di bioskop sekitar 7 April 2011 lalu. Sutradara muda ini mengangkat tema toleransi beragama dan film itu sempat mengundang kontroversi saat tayang perdana.

"Saya ingin menunjukkan lewat film ini gambaran beberapa peristiwa yang terjadi. Pada adegan terakhir film ini nanti David Chalik mengungkap bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Buat saya itulah Islam,” ujar Hanung soal filmya itu di Radja Ketjil, Gandaria City Mall, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (31/3/2011).

(lrn/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads