Sheila Timothy Tak Ingin Film Horor Jadi Kambing Hitam

Sheila Timothy Tak Ingin Film Horor Jadi Kambing Hitam

- detikHot
Selasa, 26 Jul 2011 14:39 WIB
Sheila Timothy Tak Ingin Film Horor Jadi Kambing Hitam
Jakarta - Industri film Indonesia dianggap sejumlah pihak mengalami penurunan kualitas akibat maraknya film horor-komedi berbumbu seks. Sebagai insan perfilman, Sheila Timothy ingin mengubah image film genre horor dengan membuat kompetisi film pendek.

Sheila bekerjasama dengan sejumlah insan film lainnya seperti Joko Anwar, Ekky Imanjaya (dosen, kritikus dan pengamat film), Rusli Edy, The Mo Brothers, dan Gareth Evans. Mereka membuat kompetisi film pendek genre fantastic (horor, thriller, slasher, fiksi-ilmiah, fantasi) bertajuk FISFIC (Fantastic Indonesian Short Film Competition).

Menurut produser 'Pintu Terlarang' itu, film horor memiliki potensi yang sangat besar jika digarap dengan baik. Ia pun ingin memberikan kesempatan kepada para sineas muda untuk mewujudkan idenya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keadaan film Indonesia semakin turun, dan genre horor dijadikan kambing hitam. Padahal kalau dibuat dengan benar, potensinya besar dan bisa dibawa ke luar negeri," ucap Sheila kepada detikhot, Selasa (26/7/2011).

Dari 400 sinopsis yang masuk, FISFIC yang juga bekerjasama dengan INAFF (Indonesia International Fantastic Film Festival) telah memilih 25 tim dengan 28 sinopsis untuk lolos ke babak berikutnya. Mereka pun diberikan pengetahuan mulai dari proses pitching ke produser, hingga soal marketing producing.

Para finalis dengan sinopsis terbaik akan terpilih untuk berkesempatan membuat filmnya dengan mendapatkan modal masing-masing Rp 10 juta. "Karena real-nya filmmaker sering ngalamin kendala bujet, maka dikasih dana Rp 10 juta, dan harus mikir mesti ngapain, jadi benar-benar terjun langsung ke industri," jelasnya.

Karya mereka nantinya akan diputar di INAFF 2011, dan akan dibeli Jive Collection untuk dijadikan DVD. Sementara untuk pemenang pertama akan membuat ulang dan menggabung filmnya untuk masuk dalam proyek omnibus bersama Joko Anwar, Mo Brothers, dan Gareth Evans. 

(ich/mmu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads