Pada April 2011, Victor memasukkan gugatannya kepada Warner Bros. Pictures ke pengadilan. Ia merasa desain tato karyanya digunakan tanpa izin.
Dalam gugatannya tersebut, Victor meminta agar pengadilan mencegah 'The Hangover 2' untuk dirilis. Namun pada 24 Mei lalu permohonan gugatan sang seniman tato ditolak karena tidak mempunyai dasar hukum yang kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir The Hollywood Reporter, Rabu (22/6/2011) pengacara Victor mengatakan masalah kliennya dengan Warner Bros. sudah selesai. Namun ia tidak menjelaskan bentuk perdamaian antara mereka.
"Warner Bros dan Mr Whitmill telah menyelesaikan permasalahan mereka secara damai. Tidak ada informasi lain yang akan diberikan," ujar sang pengacara, Geoff Gerber.
(ich/mmu)











































