Menurut Aa Gatot, pertikaian dalam kongres itu biasa terjadi dan cukup disudahi dalam ruang kongres saja. Ia pun berharap perselisihan di kongres lalu tak menjadi masalah nantinya bagi PARFI.
"Ya namanya kongres kalau ada pertikaian ya biasa tapi cukup disudahi ke depannya kita bangun bersama tanpa ada perselisihan lagi," ungkapnya saat ditemui di Kantor PARFI di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (21/5/2011) malam.
Selain itu, pria lulusan Fakultas Hukum UI itu juga tidak akan memberikan sanksi apapun bagi oknum-oknum yang membuat ricuh kongres itu. Baginya keputusannya itu adalah buah keyakinan bahwa dirinya memang dipilih untuk jadi Ketua PARFI periode 2011-2015.
Pria kelahiran 29 Agustus 1962 itu juga tak mengetahui mengenai kabar yang beredar bahwa dirinya akan digugat karena melanggar beberapa aturan untuk menjadi ketua PARFI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(fk/hkm)











































