"Sistem perfilman kita rapuh banget. Jadi begitu ada krisis muncul, film seperti itu (berbumbu sensualitas) untuk menarik perhatian," ujar Garin ditemui di EX Plaza, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2011).
Menurut Garin, belakangan industri perfilman Indonesia tengah buruk. Munculnya film horor berbau seks berusaha menarik perhatian agar laku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat saya itu tidak masalah. Bintang luar dan dalam asalkan sesuai dengan tema dan cocok apa yang mau dibicarakan. Itu juga harus seleksi masyarakat. Masyarakat harus bisa memilih," jelasnya.
Sutradara film 'Daun di Atas Bantal' itu pun menyebutkan bahwa tahun depan banyak sineas baru berkualitas bermunculan. Hal tersebu bisa jadi alternatif lain untuk membuat film yang baru dan "sehat" bagi konsumennya.
(yla/yla)











































