"Kalau yang biasanya selalu berhubungan dengan kehidupan pribadi, tapi kalau yang ini kita seperti ditarik 180 derajat. Aku di sini sebagai anak seorang kiai yang sangat mengerti tentang agama yang sewaktu-waktu bisa menggantikannya sebagai seorang kyai," ujarnya saat jumpa pers di Kantor MD Entertainment, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (16/3/2011) malam.
Meski demikian, Junot tidak ingin merasa terbebani dengan peran tersebut. Aktor kelahiran 8 Oktober 1985 itu memang ingin selalu memerankan karakter yang berbeda di setiap filmnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendalami karakter Hamid, Junot melakukan observasi selama 2 bulan. Selain belajar dialek Padang yang menjadi latar cerita, ia juga belajar bahasa Arab dan membaca Alquran.
(ich/ich)











































