"Gue sih pasti pindah ke DVD-lah, ngapain pergi ke bioskop nonton film-film angker? Kepikiranlah judulnya seperti apa?" ujarnya.
Menurut Ari, tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia sangat membutuhkan hiburan sekelas film Hollywood. Lalu, sama seperti komentar umumnya tokoh perfilman, jika tidak ada film Hollywood di Indonesia maka akan berkurang referensi untuk memajukan film lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arie menyayangkan kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan bea masuk hak distribusi film impor. Apalagi saat ini banyak kasus pengemplangan pajak.
"Sekarang buat pajak-pajak juga buat apa kalau perpajakan film lokal lebih mahal dan Hollywood ngapain dengan bayar pajak segitu mahal? Kita dapat apa untuk perkembangan film kita?" tanya Arie.
(ebi/mmu)










































