'Biutiful' adalah semacam realisme sosial, di mana pengalaman manusia menghadapi kapitalisme adalah drama. Para imigran China yang masuk ke Spanyol secara ilegal adalah satu cerita dari puluhan cerita tentang orang-orang nestapa yang pergi dari negerinya untuk mencari hidup yang lebih baik; mimpi yang lebih nyata.
Sutradara Alejandro Gonzalez Inarritu menceritakan dongeng pedih ini melalui sosok Uxbal (yang dimainkan oleh Javier Bardem), seorang makelar yang memperantarai pengusaha dan para penjual barang-barang mewah palsu yang menjualnya ke turis di jalanan kota Barcelona. Dia juga terlibat dalam pengadaan dan 'perawatan' imigran ilegal dari China yang bekerja untuk sektor-sektor informal di Spanyol.
Barang-barang Gucci palsu dibuat oleh orang-orang China imigran di Spanyol, sementara barang-barang Gucci yang asli dibuat oleh orang-orang China di China. Kehidupan Uxbal sendiri jauh dari sempurna. Ia bercerai dengan istrinya yang mengalami bipolar. Ia harus merawat kedua anaknya --dibantu imigran Senegal. Namun yang lebih buruk, penyakit mematikan sedang mengintai hidupnya.
Uxbal adalah sekrup dari mesin kriminal imigrasi ilegal, namun ia bukanlah manusia yang jahat. Ia berusaha menolong penderitaan para imigran yang kedinginan hidup di ruang bawah tanah dengan membeli pemanas portabel. Malang tak dapat ditolak, ia justru membantai ribuan imigran ini dalam sebuah peristiwa yang mengenaskan.
Dibandingkan film-film Inarritu sebelumnya, film ini merupakan film yang sangat berpihak secara sosial dan memiliki resonansi politik yang sangat kuat. Sejak 'Babel' (2005), kecenderungannya pada cerita-cerita tentang kekejaman proses globaliasi masa kini, seperti kesalahpahaman, kesedihan, penyakit dan kematian semakin mendominasi. Ia tak lagi bergenit dengan multiplot.
Javier Bardem mempersembahkan penampilan yang sempurna untuk sosok Uxbal. Penuh kesialan dan kesendirian, Uxbal menjadi sosok yang mendua, yang perannya sebagai makelar bisa dilihat sebagai hitam maupun putih. Film yang mendapat nominasi Oscar sebagai film berbahasa asing terbaik ini juga cukup memberi penghargaan bagi karakter-karakternya.
Karakter-karakter dalam film ini memiliki dimensi yang kompleks, dan tidak bisa disederhanakan dengan kata baik atau jahat. Secara umum, film yang dibuat tanpa partner lamanya, penulis skenario Guillermo Arriaga ini terasa lebih pekat dan emosional oleh beratnya beban persoalan humanisme yang ingin diangkat. Meski sering dituduh menghadirkan pornografi kemiskinan, Inarritu mampu menghadirkan drama personal dan sosial dunia kita sekarang.
Veronika Kusumaryati, belajar di Departemen Kajian Film Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Ia salah seorang pendiri Klub Kajian Film IKJ. Kini bekerja sebagai kurator film.
(mmu/mmu)











































