Seperti dilansir Reuters, Jumat (12/11/2010), 'Dalam Botol' menampilkan kisah pria yang melakukan operasi kelamin. Ia berpikir dengan mengubah kelaminnya ia bisa memuaskan pasangan prianya. Namun, pada akhirnya ia menyesal.
"Ini bukan film anti gay. Saya percaya menjadi gay tidak salah, namun melakukan operasi kelamin itu yang salah," jelas produser sekaligus penulis naskah 'Dalam Botol' Raja Azmi Raja Sulaiman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raja Azmi merasa lega film garapannya bisa lolos sensor. Sebelumnya, film Hollywood yang juga bertema homoseksual 'Bruno' tidak bisa diputar di bioskop. Oleh pemerintah Malaysia, film yang dibintangi Sacha Baron Cohen tersebut dianggap terlalu mempromosikan homoseksual lewat karakter jurnalis yang flamboyan.
"Lima tahun lalu, kita tidak bisa membuatnya. Saya lega saat ini," ujar Raja Azmi.
Raja Azmi mengaku sangat berhati-hati saat menggarap film tersebut. Bahkan sebelum mulai disyuting, ia mendiskusikan naskah 'Dalam Botol' dengan lembaga sensor di sana.
Tidak hanya itu, ia juga terpaksa menghilangkan beberapa adegan film itu dan mengganti judulnya. Pada awalnya, film tersebut berjudul 'Anu Dalam Botol'.
(hkm/mmu)











































